Politik Reuni Dalam Pilgub Sulsel

Politik Reuni Dalam Pilgub Sulsel

540
Ilustrasi

Kecenderungan berpolitik saat ini, bermain di tingkat kelompok yang berlabel identitas. Yang dimaksud identitas, tak lagi membawa agama dan etnis, melainkan yang lebih bersifat profesi dan masa lalu.

Ini bisa dilihat dari banyaknya kegiatan reuni yang dilakukan oleh kelompok-kelompok profesi dan alumni.

Ini pula yang ditunjukkan oleh alumni Unhas.

Melalui kegiata Temu Alumni Nasional (TAN) Unhas tak hanya membahas memori masa lalu para anggotanya, tetapi juga membahas masalah-masalah dan program ke depan.

Salah satu yang menjadi bahasan adalah Pemilihan Gubernur yang akan berlangsung pada 2018 mendatang.

Rumor yang mencuat dari TAN Unhas pada awal September lalu adalah keinginan agar kursi nomor satu di Sulsel itu, tetapi diduduki oleh alumni Unhas.

Saat ini, Gubernur Sulsel dijabat oleh alumnus Unhas, yaitu Syahrul Yasin Limpo. SYL adalah alumnus Unhas pertama yang menduduki posisi Gubernur. Karena itulah Alumni Unhas tak ingin posisi itu bergeser dan diambil alih oleh alumni lain.

Peluang untuk mempertahankan Alumni Unhas di kursi Gubernur Sulsel pun cukup besar. Karena ada dua nama alumni yang cukup kuat digadang-gadang bakal maju ke Pilkada Gubernur. Keduanya adalah Agus Arifin Nu’mang, alumnus Fakultas Pertanian yang saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulsel.

Sedangkan Nurdin Abdulah adalah alumnus Fakultas Kehutanan yang saat ini menjabat sebagai Bupati Bantaeng.

Pertarungan di antara keduanya bakal sengit dalam memperebutkan suara alumni Unhas dalam Pilgub mendatang. Dan hanya satu yang akan menang.

Namun harapan para alumni Unhas adalah, keduanya maju sebagai pejabat gubernur. Karena itu, muncul ide untuk ‘mengawinkan’ keduanya dalam satu paket dan maju bersama melawan kompetitor lain. Bila keduanya maju bersama dalam satu paket, maka kekuatan suara dari alumni Unhas tak akan bergeser kepada siapapun.

Namun bila keduanya terpecah membentuk paket masing-masing, kemungkinannnya adalah, ada kekuatan besar yang telah mengintervensi dan menyebabkan perpecahan tersebut, dan tidak ingin melihat Unhas bersatu.

Penulis: Adi Sumarya

Komentar