Pakar IT Nilai Indonesia Belum Siap Gunakan E-Voting Dalam Pemilu 2019

Pakar IT Nilai Indonesia Belum Siap Gunakan E-Voting Dalam Pemilu 2019

255

PORTALMAKASSAR– DPR RI mewacanakan Pemilu 2019 mendatang menggunakan sistem elektronik atau e-voting. Sistem e-voting tersebut dinilai harus dipaksakan untuk diterapkan di sebagian wilayah.

Di kutip dari Republika.co.id, Pakar IT Abimanyu Wachjoewidajat menilai kondisi Indonesia saat ini belum memungkinkan untuk menerapkan e-voting dalam Pemilu 2019.

“Saya sendiri melihat Indonesia belum mumpuni untuk melakukan itu,” kata Abimanyu saat dihubungi Kamis (12/1).

Menurutnya, penggunaan sisten e-voting meliputi berbagai aspek baik dari sisi pengadaan, kemampuan penggunaan, dan keamanan. Dan Indonesia saat ini belum mendukung seluruh aspek tersebut.

“Jadi untuk e-voting perlu diketahui komputer nggakhanya murni program saja, tapi bicara data base,komunikasi data, bicara manusia dan berbagai hal. Untuk melaksanakan e-voting sebagaimana diharapkan itu tidak semudah sekadar menyediakan komputer, kemudian ready (siap),” kata Abimanyu.

Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengungkap, program yang akan digunakan dalam sistem e-voting juga harus dipastikan mumpuni dan bisa memproteksi dari gangguan hacker.

“Mumpuni itu cepat atau enggak dalam berproses, kemudian proteksinya cukup baik atau nggak. Jangan sampai bisa disusupi data macem-macem,” katanya.

Tak hanya itu, program dan komputer juga harus dijaga petugas di lapangan yang betul-betul memahami program. Hal ini agar jangan sampai saat proses bermasalah, kemudian menjadi kendala yang berkepanjangan.

Ditambahkan, pendiri PT Inovassi Mitra Solussindo ini juga kondisi wilayah Indonesia belum seluruhnya terjangkau internet dan kemampuan sumber daya manusia yang memadai.

“Komunikasi data kita juga belum baik, jauh dari kata baik. Ini gimana dengan daerah pelosok atau terpencil,” katanya.

Terpenting, soal jaminan keamanan program e-voting juga perlu diuji dari tim atau lembaga ahli. Hal ini untuk mengantisipasi bobolnya keamanan dari program tersebut.

(Redaksi)

Komentar