Agustus Nanti,Ibrahim Saleh Bukan Lagi Sekkot Makassar

Agustus Nanti,Ibrahim Saleh Bukan Lagi Sekkot Makassar

355
Sekda Ibrahim Saleh atau Ibe

MAKASSAR—Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang saat ini berubah nama menjadi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPKSDMD) Makassar segera akan membahas proses pelaksanaan lelang jabatan Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar.

Pekan depan, pejabat BPKSDMD mengagendakan pertemuan dengan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) di Jakarta untuk melakukan konsultasi.

“Memang belum ada secara resmi petunjuk dari pimpinan, tetapi minggu depan kita coba konsultasi ke KASN memulai,” ungkap Sekretaris BPKSDMD Makassar, Basri Rakhman.

Tak hanya demikian, Basri pun mengaku akan menyampaikan kepada KASN perihal adanya sejumlah pejabat eselon II lingkup Pemkot Makassar yang akan memasuki masa pensiun di Juli 2017 akan datang.

Diantaranya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah, Gani Sirman, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Imran Samad, dan Asisten Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Sosial, Kusaiyyeng.

Termasuk Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar, Ibrahim Saleh.”Hal ini yang akan kita sampaikan, adanya pejabat dan pimpinan akan pensiun di bulan tujuh termasuk rencana dilaksanakannya open promotion lelang jabatan sekretaris kota,” terang Basri.

Lanjutnya, usai berkonsultasi dengan KASN, untuk memulai open promotion lelang jabatan sekretaris kota, Pemkot Makassar terlebih dahulu menyurat ke Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL) perihal penyampaian rencana pelaksanaan dan pembentukan panitia seleksi (pansel).

Jika mendapat respon, maka sekiranya, Gubernur mengutus satu pejabat eselon II Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk menjadi salah satu anggota pansel.

“Kita menyurat dulu ke Gubernur karena karena harus dibuatkan pansel. Selesai pansel terbentuk lalu kita umumkan dan kemudian melakukan seleksi terhadap calon sekkot,” jelas Basri.

Dia menjelaskan, selain keterlibatan pejabat eselon II Pemrov Sulsel, anggota pansel juga berasal dari internal Pemkot Makassar.

“Jumlah anggotanya boleh tujuh, boleh lima. Intinya 45% dari internal dan sisanya dari eksternak termasuk melibatkan unsur seperti akademisi,” sambungnya.

Lebih lanjut, terkait dengan kekosongan jabatan yang ditinggal pensiun tiga pejabat eselon II lainnya, Basri mengatakan, itu hak penuh dari wali kota untuk melakukan pengisian jabatan.

“Itu tergantung pak wali apakah menunjuk Plt dulu kemudian ataukah melakukan open promotion,” kata Basri.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto menyatakan, ada potensi mantan kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau yang saat ini bernama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kembali menjabat untuk mengisi jabatan lowong.

Akan tetapi, pemimpin berlatar belakang konsultan tataruang ini mengaku terfokus pada pelaksanaan pemilihan ketua rukun tetangga dan warga (RT/RW) yang akan berlangsung pada 26 Februari akan datang.

“Langsung mutasi saja, adakan jobfit. Bisa saja mereka kembali menjabat kalau menunjukkan kerja yang baik. Untuk lelang sekda kita menunggu hasil konsultasi kepegawaian dengan KASN,” singkatnya.

(Bel)

Komentar