Utamakan Jalur Humanis, Kodam dan Warga Selesaikan Penertiban Bara-Baraya dengan Musyawarah

Utamakan Jalur Humanis, Kodam dan Warga Selesaikan Penertiban Bara-Baraya dengan Musyawarah

210

PORTALMAKASSAR – Kodam VII Wirabuana utamakan pendekatan humanis, hukum maupun dialog/musyawarah pada penertiban asrama Bara-Baraya, olehnya Pangdam Wirabuana Mayjen TNI Agus SB dan staf bersama mediator Ir. H Rusdin Tabi, MBA beserta perwakilan warga Bara-Baraya melakukan audiensi di Makodam Wirabuana Jl. Urip Sumoharjo Makassar, Kamis (23/03/2017)

Dalan audiensi Pandam Agus Sb mengajak warga untuk sama-sama menghargai demokrasi dari hukum untuk hindari penyelesaian masalah dengan kekerasan, anarkhis dan perilaku semena-mena. “Mari kita mencari jalan terbaik melalui dialog dan musyawarah“, ungkap Agus.

Selain itu, Agus SB juga mengucapkan terima kasih kepada perwakilan warga Bara-baraya yang mau berdialog, karena selama ini banyak pihak yang berupaya menunggangi masalah dengan memprovokasi, termasuk menciptakan ketakutan pada warga serta mendeskreditkan institusi TNI, hanya untuk kepentingan tertentu.

Sementara itu, Ir. H. Rusdin Tabi MBA sangat menyesalkan adanya oknum yang memprovokasi masyarakat. Ia berjanji akan berusaha mengajak masyarakat Bara-baraya kembali ke kehidupan semula, patuh kepada hukum dan aturan yang berlaku serta melepas atribut–atribut atau spanduk yang bernada menghujat TNI. “Kita akan membersihkan jalan agar bisa dilewati kembali oleh masyarakat umum,” ucap Legislator DPRD Sulsel itu.

Adapun hasil yang dicapai dalam audiensi tersebut, antara lain Kedua belah pihak menyelesaikan masalah dengan mengutamakan jalur musyawarah dan apabila tidak tercapai, dilanjutkan secara hukum ke pengadilan. Sementara Kodam Wirabuana akan menunda penertiban tahap II, dan terakhir Warga Bara-Baraya tidak lagi memblokade jalan atau melakukan tindakan-tindakan yang mengganggu ketertiban umum.

Selanjutnya kedepan, Kodam Wirabuana dan 28 orang penghuni tanah 6.887 M² yang akan ditertibkan, secara bersama akan memeriksa legalitas bukti- bukti administratif. “Jadwal pertemuan akan ditentukan kemudian hari,” tutu Rusdin.

(Jie)

Komentar