Usai Tetapkan 7 Tersangka Bimtek, Polda Dalami Anggota DPRD Enrekang Lainnya

Usai Tetapkan 7 Tersangka Bimtek, Polda Dalami Anggota DPRD Enrekang Lainnya

207

PORTALMAKASSAR.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan menetapkan tujuh orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi Bimbingan Teknik (Bimtek) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Enrekang, tahun anggaran (TA) 2015-2016.

Tiga orang diantaranya anggota dewan dan sekertaris dewan (Sekwan) DPRD Enrekang ikut ditetapkan tersangka.

Ketujuh orang tersangka itu adalah H. Bantaeng, Arfan Renggong, Mustiar Rahim ketiganya adalah anggota DPRD Enrekang dan Sangkala Tahir Sekwan DPRD Enrekang.

Serta tiga orang dari perusahaan rekanan yang bergerak dalam bidang Event Organizer (EO) yaitu, Gunawan, Nawir dan Nurul Hasmi.

Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan ketujuh orang tersebut ditetapkan tersangka karena melaksanakan pendalaman tugas yang tidak memenuhi syarat, yang diwajibkan dalam Permendagri tentang orientasi dan pendalaman tugas anggota DPRD.

“Tidak ada MOU, tidak memiliki rekomendasi dari Kemendagri. Jadi penyelenggara tidak memenuhi syarat dan tidak memiliki legalitas,” ungkap Dicky Sondani saat mengelar konferensi pers, di Cafe Holic Sija, Jalan Boulevard Makassar, Rabu (5/4/2017).

Ia mengatakan, berdasarkan perhitungan BPKP, kerugian negara diperkirakan sebesar 855 juta dari 49 kegiatan Bimtek DPRD Enrekang di tujuh kota, dengan biaya sebesar 3,6 Miliar Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (APBN) tahun 2015 dan 2016.

“Tapi ini masih bisa bertambah seiring perhitungan yang dilakukan BPKP terhadap 37 bimtek,” sambung Dicky.

Lebih lanjut, Dicky Sondani mengatakan, anggota Dewan dan Sekwan ini di tenggarai terlibat lantaran ikut serta dalam proses penganggaran kegiatan Bimtek tersebut.

“Kalau anggota dewan ini yang melaksanakan. Sekwan ini kan dia yang ┬ámembuat perencanaan kegiatan, dia juga kan, yang mencairkan anggara karena Sekwan punya Kuasa pengguna Anggaran (KPA),” ungkapnya.

Ia juga mengatakan masih mendalami keterlibatan anggota DPRD lainnya dalam kasus dugaan Korupsi Bimtek DPRD Enrekang.

“Ini kan baru ada 3, yang lain akan kita lihat, apakah terlibat langsung ataukah tidak,” bebernya.

Namun begitu, ia mengatakan keterlibatan EO dalam kasus ini juga amat besar, dan pihak kepolisian masih mendalami siapa inisiator kegiatan Bimtek tersebut.

“Apakah inisiatif dari Sekwan apakah inisiatif Dari EO, karena eo ini sangat pandai merekayasa segala sesuatu. Kan Bimtek ini anggarannya besar, harus di tender dulu, mungkin EO nilah yang mengeksekusi,” pungkasnya.

(Liput)

Komentar