Kopel Bulukumba Minta Aparat Hukum Pantau Kegiatan DPRD di Semarang

Kopel Bulukumba Minta Aparat Hukum Pantau Kegiatan DPRD di Semarang

174

PORTALMAKASSAR.COM – Komite Pemantau Legislatif (KOPEL) Bulukumba minta Aparat penegak Hukum Bulukumba untuk meninjau dan memperhatikan orientasi dan pendalaman tugas DPRD Bulukumba di Semarang selama 13-16 April 2017.

“Pada dasarnya kegiatan ini selain diikuti oleh 40 Anggota DPRD, juga ikut staf DPRD serta tenaga ahli fraksi,” ungkap Direktur Kopel Bulukumba Muhammad Jafar Parani, Sabtu (15/4/2017).

Selain itu, kata Jafar, kuat dugaan ada perjalanan fiktif dalam agenda ini. Sebab dari pengakuan Sekwan, agenda di Semarang diikuti oleh 40 anggota DPRD dan ada juga beberapa anggota DPRD yang berada di tempat lain karena agenda partai dan agenda lainnya.

Sebut saja, anggota DPRD dari Nasdem, H. Muh Thamrin, yang pada tanggal 14 seharusnya sudah ada di Semarang mengikuti materi pendalaman tugas.

“Padahal H. Thamrin justru berada di Kajang melayat keluarganya yang meninggal,” tambahnya.

Selain itu, salah satu anggota grup WA HIPMI Bulukumba juga mengatakan tidak semua anggota DPRD ke Semarang, karena Partai Gerindra ada agenda partai bukan di Semarang.

Lebih lanjut, Jafar mengatakan, perjalanan DPRD ke Semarang menghabiskan anggaran sekitar Rp600an juta.

“Ini sebenarnya menjadi tanda tanya besar, Apakah orientasi dan pendalaman tugas di Semarang juga ikuti oleh staf DPRD dan Tenaga ahli fraksi?,” tanyanya.

Kopel Bulukumba berharap Penegak Hukum dalam hal ini Kepolisian dan Kejaksaan bisa untuk menyelidiki agenda orientasi dan pendalaman tugas yang dilakukan DPRD di Semarang.

Jusrianto

Komentar