Aroma Pilpres Warnai Pilgub Sulsel, Jabar dan Jatim

0
167
Pengamat Politik IPI, Suwadi Idris Amir

PORTALMAKASSAR.COM–Kemenangan jagoan Bakal calon presiden Prabowo Subianto di Pilgub DKI yaitu Prof Anis Baswedan – Sandiago S.Uno membuat Dewan Pembina Partai Gerindra tersebut terbuka kans bersaing dengan Jokowi di Pilpres 2019 nanti.

Lalu sejauh mana peluang Prabowo di Pilpres nanti, jika berhadapan dengan petahana Jokowi ??

Pengamat Politik dari PT. Indeks Politica Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir menilai, jika Prabowo ingin menghadapi Jokowi di pilpres 2019, maka Prabowo harus menangkan Pilgub Sulsel dan Jawa Barat, bahkan juga Jawa timur yang pilgubnya serentak pada 2018.

Untuk Itu Prabowo sebaiknya menjaga koalisi Gerindra, PKS, PAN di Pilgub Sulsel, Jabar,dan Jatim. Selain itu koalisi tersebut cepat bergerak mencari figur potensial yang kans menangnya paling besar.

Menurut Suwadi, di Sulsel figur bakal calon Gubernur paling berpotensi menang adalah Prof. Nurdin Abdullah.Sedangkan di Pilgub Jawa Barat sosok Walikota Bandung Ridwan Kamil paling besar kansnya untuk menjadi pemenang.

Sementara di Pilgub Jawa Timur, Walikota Surabaya yang sangat bagus popularitas, aksetabilitas dan elektabilitasnya, masuk kategori figur calon Gubernur kuat, dan hanya mampu di lawan Wakil Gubernur saat ini Syaifullah Yusuf. Untuk itu Wagub Jatim masuk kategori yang bisa menjadi lawan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini. ” ucap Suwadi, Minggu (21/5/2017) malam.

Terkhusus di pilgub sulsel, menurutnya sosok Nurdin Abdullah (NA) dan Jendral (Purn) Tanribali Lamo saat ini paling tinggi dukungan Electoralnya, karena mereka memiliki citra politik bagus, dan memiliki prestasi politik yang cemerlang.

Prabowo sebaiknya bergerak cepat mengusung pasangan Akademisi-Pengusaha dan Militer-Birokrat tersebut, kedua figur potensial tersebut juga masuk Radar Jokowi, yang artinya Parpol yang searah Jokowi, seperti PDIP, PPP, Nasdem, juga berpotensi duluan mengusung NA – Tanribali Lamo yang oleh semua lembaga survei paling tertinggi dukungan electoralnya” tutur Suwadi menutup pembicaraan ( SIA/RED2)

Komentar