Ditjen Aprika Kemenkominfo Puji Inovasi DIA dalam 3 Tahun Memimpin Makassar

0
142
Walikota Makassar Moh.Ramdhan Pomanto bersama Ditjen Aprika Kemenkominfo,Samuel Abrijani Pangerapan dan Wawali Syamsu Rizal di gelaran MC Expo 2017 ||PORTALMAKASSAR.com

PORTALMAKASSAR.COM— Ditjen Aplikasi Informatika (Aprika) Kementerian Kominfo RI, Semuel Abrijani Pangerapan melayangkan pujiannya atas prestasi Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto dalam memimpin Makassar. Samuel yang lahir di kota Makassar 52 tahun yang lalu mengaku bangga dengan kemajuan serta apa yang dilihatnya pada kota kelahirannya itu saat ini.

Hal tersebut diutarakan Semuel, sapaan akrabnya, dirinya merasa bangga saat diberi kesempatan untuk membuka MC Expo ke 3 yang merupakan ajang pertaggungjawaban visual pemerintahan wali kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto dan wakilnya Syamsu Rizal MI.

Saya tadi jalan- jalan melihat di sini, prestasinya sangat baik sekali Pak Wali,” ucapnya saat memeberi sambutan, (22/5).

Dalam kegiatan tersebut, berbagai inovasi yang ditelorkan setiap SKPD dan Perusda selama tiga tahun kepemimpinan wali kota Makassar Danny Pomanto dan Wakilnya Syamsu Rizal, ditampilkan secara visual, baik dengan menghadirkan langsung fisiknya maupun dengan foto- foto kegiatan inovasi yang dimaksud.

PD Parkir misalnya, menghadirkan motor tim reaksi cepat (TRC) Penataan dan Penertiban Parkir yang merespon secara cepat aduan masyarakat terkait perparkiran. Dinas Kesehatan dengan telemedicine, Home Care Dottoro’ta yang melayani warga yang sakit langsung ke rumah- rumah 24 jam secara gratis, dan banyak lagi program lainnya. Home care sendiri telah menjadi top 35 inovasi pelayanan publik nasional. Dua inovasi lainnya juga telah berhasil masuk top 99 yakni Dongkel Dinas Perpustakaan dan Longset Dinas Kesehatan.

Selain itu, ide Danny memperkenalkan ‘Sombere’ ikon yang disandarkan dengan smart city (Makassar sombere and smar city) juga tak luput dari pujian Menteri Samuel.

Satu hal yang ingin saya pelajari, Sombere. Sombere itu menarik sekali Pak (Danny Pomanto) kalau perlu disebarkan ke seluruh Indonesia. Indonesia akan lebih damai,” pungkasnya.

Sebelumnya, Danny dan Samuel hadir bersama pada pembukaan Indonesia Smart City Summit yang juga diselenggarakan di Makassar, Senin (22/05). Danny menjelaskan Pemerintah Kota Makassar memiliki model smart city yang sedikit berbeda. Karena menurut pandangan Danny jika hanya sebuah smart city tidak cukup membuat daerahnya bisa unggul.

Smart City adalah hardware yang membuat semua daerah sama. Akan tetapi di Makassar, Danny mengatakan juga membutuhkan heartware yang akan menjadi pembeda sehingga munculah istilah sombere and smart city.

Sombere adalah great humble, great hospitality, and great beotherhood,” tegasnya. (MAJIED/RED2)

Komentar