Dua Kali Tarwih, Syahrul Yasin Limpo Selalu Doakan Punggawa

0
181
Ichsan Yasin Limpo
Ichsan Yasin Limpo ( Ist)

PORTALMAKASSAR.COM – “Saya mengajak kita semua membaca Al-Fatihah lima kali,” ajak Syahrul Yasin Limpo di shaf depan, sesaat setelah Salat Tarwih bersama di kediaman orangtuanya, di Jalan Haji Bau, Makassar, Sabtu (26/05) malam.

Hitungan detik setelah itu, Syahrul yang tak lain Gubernur Sulsel dua periode memimpin doa keluarga dengan penuh khusyuk. Di ruangan bagian tengah yang dijadikan tempat Salat Tarwih bersama itu, hadir ibunda tercinta, Hj Nurhayati Yasin Limpo. Di samping kiri SYL, nampak Ichsan Yasin Limpo, Haris Yasin Limpo,beserta keluarga lainnya.

Bacaan surah Al-Fatihah itu, diperuntukkan untuk almarhum orangtuanya, HM Yasin Limpo, dan putranya Rinra Sujiwa Syahrul yang meninggal di usia 19 tahun. Setelah itu, Komandan, julukan untuk SYL mengajak keluarganya mengirimkan Al-Fatiha buat ibunda tercinta, agar selalu diberi ketegaran dan kesehatan yang melimpah.

“Selanjutnya mari kita mendoakan Bapak Ichsan Yasin Limpo, semoga niatnya maju sebagai calon gubernur jalannya bisa dilapangkan, dan masyarakat Sulawesi-Selatan bisa memberikan dukungan kepada beliau. Al-Fatihah,” doa SYL yang diamini para keluarganya yang memenuhi ruangan rumah yang dihuni Ibunda Nurhayati.

Jiwa kepemimpinan mantan wakil gubernur Sulsel ini juga ditunjukkan di malam itu. Meski memimpin doa keluarga, tetapi SYL tetap mengingat rakyatnya. Ia tak lupa mendoakan masyarakat di provinsi yang dipimpinnya, agar selalu hidup rukun, sejahtera dan diberi kebahagiaan.

Doa SYL ini, juga dipanjatkan sehari sebelumnya saat keluarganya berkumpul bersama menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan. Di malam itu, Syahrul bersama Ichsan dan keluarganya yang lain mendirikan Salat Tarwih berjamaah, sebelum mereka melanjutkan perbincangannya dengan penuh tawa dan candaan.

Di keluarga besar almarhum HM Yasin Limpo, memang ada tradisi yang dipertahankan setiap menyambut dan memasuki Ramadan. Tradisi itu, yakni kumpul bersama dengan keluarga, baik anak, cucu, cicit, maupun menantu. Selama tiga hari berturut-turut, keluarga ini menggelar buka puasa dan Tarwih bersama dengan para anak yatim piatu.

Selain itu, di setiap awal Ramadan juga dimanfaatkan bercengkrama penuh keakraban, sembari mendengarkan nasehat dari ibunda tercinta, Hj Nurhayati, yang selalu mengingatkan agar putra-putrinya, serta cucu-cicitnya bisa saling menguatkan.

Tradisi kumpul bersama yang layak dijadikan contoh ini, selain semakin mempererat hubungan antar keluarga, sesekali dijadikan momentum untuk sharing pendapat, terutama memperbincangkan jika ada diantara mereka ingin mewakafkan diri dalam berbagai bidang pengabdian yang lebih luas.
Pantauan penulis, selama dua hari berturut-turut, keluarga ini menunjukkan keakrabannya. Iringan tawa dan keceriaan selalu nampak, baik kala Nurhayati memberikan bingkisan untuk cucu dan cicitnya, maupun saat foto bersama. Tidak ada kesan kaku yang terlihat. Semua berjalan cair dan apa adanya.

Kekompakan keluarga ini juga terasa saat seorang fotografer dari salah satu media cetak meminta izin untuk mengabadikannya. Beragam ekspresi keceriaan terekam dalam lensa kamera. Begitu pun ketika melakukan Salam Pungawa atau salam yang selalu diidentikkan untuk Ichsan Yasin Limpo.

(ril)

Komentar