Puncak Harlah ke 19, PKB Sulsel Jadikan Momentum Berbenah

0
80

PORTALMAKASSAR.COM – Puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulsel ke-19 dihelat di kantor PKB, bilangan Toddopuli Makassar, diisi berbagai kegiatan, mulai dari pembacaan Barazanji, Shalawat Nariyah serta syukuran dengan 19 buah Songkolo, Minggu malam, (23/7/2017).

Harlah tersebut dihadiri Sekretaris DPW PKB Sulsel, Ahmad Sunnari Rafii, Bendahara PKB Sulsel, Irwan Hamid, Pimpinan Sayap Partai PKB, hingga jajaran pengurus dan kader PKB Sulsel.

PKB sesunguhnya adalah kelanjutan sayap siyasah ormas Nahdlatul Ulama (NU) dan kelanjutan ikhtiar politik, saat NU ikut dalam kontestasi pemilu tahun 1955.  PKB yang kini genap berusia 19 tahun, didirikan oleh KH Abdurahaman Wahid (Gusdur) dan sejumlah ulama pada tahun 1998 silam.

Energi dasar PKB dalam tiga kekuatan besar yaitu, Islam moderat, Kemanusiaan-kebhinekaan dan Kerakyatan. “Betapa besar kapasitas sejarah yang dimiliki PKB, Khidmat PKB untuk rakyat dan bangsa sangat teruji dalam perajalanan PKB selama 19 tahun,” terang Ahmad Arfah, Humas PKB Sulsel.

Dalam harlah ke 19, Partai berlogo bola dunia inipun, akan segera melakukan refleksi dan evaluasi. “Tentu momentum harlah akan membuat PKB Sulsel makin berbenah. Kader PKB bertekad mewakafkan tenaga dan pikiran untuk kemaslahatan,” tambahnya.

Peringatan harlah ke 19 inipun beriringan dengan menggaungnya slogan “Jas Hijau” atau “Jangan Sekali-kali Menghilangkan Jasa Ulama”. Bagi PKB, akronim ini mengingatkan akan peran penting ulama dalam menyebarkan Islam di Indonesia. Selain itu kontribusi ulama dalam mendirikan, membangun dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Jas Hijau bermaksud sebagai ingatan dam refleksi perjuangan para ulama, memperkuat benteng NKRI. Sebab ada paham yang cenderung merongrong NKRI,” beber Azhar Arsyad, Ketua DPW PKB Sulsel, dalam sebuah kesempatan.

Komentar