Terkait Bemberhentian Guru Kontrak, Ini Klarifikasi Resmi SD Inpres Tamalate

Terkait Bemberhentian Guru Kontrak, Ini Klarifikasi Resmi SD Inpres Tamalate

155

PORTALMAKASSAR.COM – Pihak Sekolah Dasar (SD) Inpres Tamalate meminta maaf kepada pekerja media khususnya jajaran di Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulsel atas sikap kekhilafan salah satu guru di sekolah tersebut.

Dimana sebelumnya salah satu wartawan Metrotimur.com, yang juga pengurus IWO Sulsel Roni, diduga mendapat intervensi dari guru di sekolah tersebut.

Dimana saat mengklarifikasi aduan guru honorer atas nama Azizah, guru pihak sekolah mencoba menghalangi proses tersebut.

Kepala sekolah (kepsek) SDI Tamalate Maemunah Manje mengundang langsung pengurus IWO yang diwakili Sekretaris IWO Sulsel Hasanuddin dan Kepala Bidang OKK IWO Sulsel Roni di sekolahnya di Jalan Tamalate IV, Senin (6/8/2017) menyampaikan ini menjadi pelajaran bagi pihak sekolah.

Tetapi terkhusus dari laporan salah satu guru kontrak kepada IWO, itu sudah sesuai mekanisme yang ada di internal sekolah.

“Jadi kami pihak sekolah meminta maaf, karena namanya manusia tidak luput dari kesalahan. Kami berterima kasih atas kehadiran IWO di sekolah kami hari ini untuk menyampaikan klarifikasi kami,” kata Kepsek SDI Tamalate kepada pengurus IWO.

Dijelaskan, bahwa guru honorer yang mengadu karena diberhentikan pihak sekolah itu karena memang tidak punya akta mengajar.

“Kedua dia (Azizah) sudah punya SK mengajar di sekolah lain di Maros, sejak Januari. Itupun kalau dia datang disini 3 hari saja dalam seminggu. Baru jam 9 paling cepat datang,” kata Maemunah.

Lebih jauh, Kepsek SDI Tamalate menambahkan guru honorer ini juga selalu beralasan mau ganti KTP-nya dari Maros ke Makassar. “Jadi selama ini ternyata dia mengajar diasana dan tidak bilang sama saya. Jadi supaya dia fokus, saya minta dengan hormat dengan dia, dan saya rapatkan dengan mereka dan para guru, dan dia logowo,” sambungnya.

Guru honorer itu diganti dengan salah satu guru PNS. “Disini sudah banyak sekali honor, ada 11 orang termasuk satpam,” ungkapnya.

Sementara salah satu pengurus sekolah menambahkan, guru honorer itu juga bukan dari lulusan sarjana pendidikan (Spdi). “Jadi yang diterima memang disini jurusan Spdi,” sambungnya yang mendampingi Kepsek.

Komentar