WoW !!! Hanya di Bulukumba, Komunitas Waria Kibarkan Bendera Perang dengan Majelis...

WoW !!! Hanya di Bulukumba, Komunitas Waria Kibarkan Bendera Perang dengan Majelis Dai Muda

1442
Waria Kreatif Bulukumba
Waria di Bulukumba terusik dengan adanya pernyataan dari Majelis dai Muda Bulukumba yang menolak Waria turut serta memeriahkan HUT RI

PORTALBULUKUMBA.COM –  Pernyataan dari Majelis Dai Muda Bulukumba terkait penolakan terhadap ikutnya Waria ( Wanita Pria/Bencong ) dalam semarakkan perayaan Hut RI ke-72 kini berimbas dengan perlawanan dari para Waria Bulukumba yang tergabung dalam Komunitas Wakerba ( Waria Kreatif Bulukumba )

Ketua Wakerba (Waria Kreatif Bulukumba), Mince kepada Redaksi PortalMakassar.com melalui instan messenger Whatsapp, Kamis ( 10/8/17) malam  mengatakan bahwa penyataan dari  Dai Muda Bulukumba yang diwakili oleh Ustads Ikhwan Bahar menurutnya tidak berdasar dan hanya ingin dikenal oleh masyarakat bahwa Dai Bulukumba menolak waria ikut perayaan kemerdekaan.

 Ketua Wakerba ( Waria Kreatif Bulukumba )
Mince alias Aminuddin,S.Pd , Ketua Wakerba ( Waria Kreatif Bulukumba ) || Ist

Waria juga manusia dan mempunyai hak untuk memperingati moment perayaan kemerdekaan negara Indonesia tercinta. Kenapa hari Proklamasi harus di sia-siakan ? Kami menolak adanya pernyataan dari kelompok yang menamakan dirinya Dai Muda Bulukumba. Waria Bulukumba banyak yang berprestasi, kami ada yang mengabdi sebagai PNS/Guru, ada yang menjadi pengusaha sukses dan ada yang telah menempuh pendidikan hingga S2″ ujar Mince.

Mince yang bernama asli Aminuddin dan menyandang gelar Sarjana Pendidikan tersebut adalah seorang Guru PNS di sebuah Sekolah Dasar di Bulukumba. Menurutnya, apa yang di persoalkan oleh Majelis Dai Muda itu akan mereka lawan bahkan akan mengibarkan bendera perang terhadap Dai Muda yang mencoba mengusik kehadiran kelompok Waria di Bulukumba.

Wakerba Bulukumba tidak akan diam. Waria tersebar di 10 kecamatan yang ada di Bulukumba dan jumlahnya mencapai 500an orang, serta komunitas kami di kabupaten lain siap turun ke Bulukumba untuk ber “Jihad“dengan para Dai Muda Bulukumba. Apakah ada Dai yang berteriak jika makanan yang di hidangkan di dalam suatu pesta itu adalah Haram ??? Perlu mereka ketahui, yang menjadi juru masak di pesta-pesta di Bulukumba adalah kaum kami para Waria ” terangnya.

Mince yang telah dipercaya menjadi Ketua Wakerba sejak 10 tahun ini bahkan menantang para Dai untuk bertanding melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Kelompok kami banyak yang telah menunaikan ibadah haji dan itu menandakan kami mampu dan mendapat ridha dari Allah,SWT. Terlalu jauh jika mencampuri kehidupan kami. Kami tidak pernah mengusik para dai, siapa yang beribadah maka dia juga yang akan dapat pahalanya. Nerakaku adalah urusanku dan surga pun belum tentu menjadi milik mereka ” Ujar Mince.

Mince menambahkan, sejak ada pernyataan dari Dai Muda Bulukumba, para sahabatnya yang juga waria dari berbagai Kabupaten dan Provinsi silih berganti memberikan semangat dan bahkan akan turun langsung ke Bulukumba jikamana ada penolakan dari para dai muda Bulukumba tersebut.

Bisa di lihat di media sosial khususnya Facebook, para Waria menjadi terusik dan memberikan komentar-komentar miring terkait kelakuan para Dai yang sebagian besar notabene belum menjadi manusia bersih. Masih sering kita membaca dan melihat dalam tayangan berita, adanya Ustads dan guru agama yang tega mencabuli muridnya sendiri, jadi tolong tidak usah mencampuri urusan dunia para waria. Sekali lagi selaku Ketua Waria di Bulukumba menyatakan Waria akan tetap ikut serta menyemarakkan perayaan HUT Kemerdekaan. Kostum kami telah siap, dan tetap mencerminkan kehidupan Waria ” tegasnya.

Sebagaimana di beritakan  pada Kamis (10/8/17) dimana para dai muda Bulukumba yang tergabung dalam Majelis Dai Muda menolak peran serta kelompok Waria atau Bencong untuk menyemarakkan perayaan HUT RI diantaranya Gerak jalan khusus Waria.

Baca Juga : Majelis Dai Muda Bulukumba Imbau Waria Tidak Ikuti Semarak HUT RI, Ada Apa ???

Ust. A. Armayadi selaku koordinator Dai di MDM mengungkapkan “Apapun bentuk permainan untuk memeriahkan HUT itu sah sah saja tapi jangan sampai melanggar etika agama dan budaya, termasuk adanya Gerak Jalan Khusus Waria dengan pakaian seronok.” ucapnya sebagaimana di tirukan Ketua Dai Muda Bulukumba, Ustads Ikhwan Bahar. ( RED2)

Komentar