Workshop Kritik Film, Wina Armada Sukardi : Sejarah Kritik Film

0
131
Workshop Kritik Film
Wina Armada Sukardi (tim Pusbang Film Kemendikbud) menyampaikan sejarah Kritik Film dalam Workshop Kritik Film di Hotel Aryaduta Makassar, Senin (4/9/17)

MAKASSAR, PORTALMAKASSAR.COM– Kritik dan seni film selalu terkait dengan sejarah tafsir makna seni atau film itu sendiri. Terdapat hubungan “Segi Tiga” yang kuat antara seniman, produk karya dan pengamat atau kritikusnya.

Kritik film merupakan karya yang paling tinggi di bidang penulisan tentang perfilman. Hal ini karena dalam kritik film harus ada unsur pengetahuan, pemahaman dan analisis yang kuat.

Dalam Workshop Penulisan Kritik Film dan Artikel film non kritik yang digelar di Aryaduta Hotel Makassar, pada hari pertama, Senin (4/9/17) di sesi Sejarah Kritik Film hal tersebut di jelaskan oleh Wina Armada Sukardi (Ketua Tim Pokja Pusbang Film).

Para pembuat film sudah memiliki para ahli, para kririkus harus memahami hal ini”

Menurut Wina Armada yang merupakan anggota dewan pers (2007-2013), sudut pandang kritik film sangat luas. Misal terhadap sebuah film yang dihadapi oleh 30 kritikus film, dapat terjadi 30 sudut pandang. ” Ini memberikan pembelajaran untuk masyarakat,” tambahnya.

Dijelaskan oleh anggota “tim kecil” pengusulan Usmar Ismail sebagai pahlawan nasional dari bidang perfilman tersebut , wartawan film dan kritikus film dapat menjembatani masyarakat terhadap pengertian dan makna dalam film. Dia memberikan contoh pengadengan film. Penerangan soal itu dapat membuat masyarakat lebih mengerti bagaimana memahami sebuah karya film.

Workshop Kritik Film yang diikuti sekitar 25 peserta dari kalangan Wartawan (online, cetak dan radio) dan Pengamat Film akan berlangsung selama 3 hari dengan menghadirkan berbagai pembicara diantaranya Maman Wijaya (Ketua Pusbang Film), Ang Jasman, Tomy F Awuy (Dosen Fakultas Ilmu Budaya Dasar UI), Hadi Artomo, Adi Surya Abdy, Hardo Sukoyo, Zulkarimin Nasution, Wina Armada Sukardi dan rencananya akan dibuka oleh Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang pada Senin malam. (red2)

Komentar