Cetuskan Program Ambulans Udara, Hadi Djamal di Apresiasi JK Sulawesi

0
152
Hadi Djamal
Dr. H. Abdul Hadi Djamal

MAKASSAR, PORTALMAKASSAR.COM – Program ambulans udara yang dicetuskan calon Bupati Bantaeng, Abdul Hadi Djamal, mendapat pujian dari berbagai kalangan.

Ambulans udara adalah suatu terobosan baru dan harus diberikan dukungan kepada pihak yang punya visi seperti ini,” ujar Direktur Utama JK Sulawesi, Abdul Haris Awie, Selasa (5/9/2017).

Menurutnya, ide Hadi Djamal merupakan terobosan baru di Sulawesi. “Kalau ditinjau dari segi kemajuan, ini hal yang benar-benar baru di Sulsel. Dan itu memungkinkan sebab dengan hal tersebut, maka waktu mobilisasi pasien bisa lebih cepat untuk urusan rujukan,” kata Awie yang juga Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Makassar.

Awie berharap ide Hadi Djamal diikuti daerah lain di Sulawesi yang jarak tempuhnya jauh dari ibu kota provinsi. Awie juga memberi masukan jika program ini terlaksana maka perlu adanya standarisasi ketenagaan dalam hal ambulans udara untuk pelayanan profesional pada pasien.

Program ambulans udara disampaikan oleh Hadi Djamal saat penyampaian visi misi calon bupati Bantaeng di Partai Hanura.

Alhamdulillah saya masih sebagai pemegang saham di perusahaan yang punya helikopter. Kita akan gunakan itu satu untuk ambulans udara nanti,” jelas Hadi Djamal.

Tak hanya itu, Hadi Djamal juga berniat membangun jalan tol di pesisir agar memperlancar transportasi dari Bantaeng menuju Kota Makassar.

Kalau di utara itu perlu kereta api untuk menghindari macet dan mengoptimalkan wakti tempuh, kita di Bantaeng hanya butuh tol,” ucapnya.

Cara itu dianggap sebagai solusi agar bisa menghindari kemacetan kendaraan bagi warga Bantaeng yang hendak ke Makassar. Keinginan berikutnya adalah membangun sekolah unggulan seperti di SMA Malino.

Untuk bidang pendidikan saya juga mau bangun sekolah unggulan di Bantaeng seperti di Malino. Letaknya di Loka dengan cuaca seperti Malino,” tuturnya.

Hadi Djamal juga akan memberikan tunjangan kesejahteraan  bagi pegawai negeri sipil (red2)

Komentar