Wow! ACC dan ICW Ungkap Kejanggalan Pelayanan BPJS Kesehatan Kota Makassar

0
202
Kompresi pers ACC ICW
Media Briefing Anti Corruption Committee (ACC) bekerjasama dengan Indonesia Corruption Watch (ICW) ungkap kejanggalan Pelayanan BPJS Kesehatan di kota Makassar, Selasa (5/9/17)

MAKASSAR, PORTALMAKASSAR.COM – Anti Corruption Committee (ACC) bekerjasama dengan Indonesia Corruption Watch (ICW) ungkap kejanggalan Pelayanan BPJS Kesehatan di kota Makassar .

Hal itu di ungkapkan Hamka, perwakilan ACC pada Konferensi Pers terkait hasil riset dan pemantauan potensi fraud JKN-BPJS Kesehatan di Kota Makassar pada bulan Maret -Agustus 2017, Selasa (5/9/17) bertempat di kantor ACC Kompleks Ruko Bisnis Centre Pettarani Blok A No. 17, Makassar.

Ia menyebutkan bahwa pada 4 Rumah Sakit (RS) dan Puskesmas di kota Makassar terdapat beberapa kejanggalan .

Seperti yang di temukan di RSUD Kota Makassar, BPJS terlambat membayar Klaim Rumah Sakit, hal ini mengakibatkan pembayaran jasa medis kepada petugas medis terlambat, sehingga pelayanan kesehatan pun terhambat.

Selain itu, terdapat juga kejanggalan yang di temukan di BPJS Kesehatan Kota Makassar.

Berikut Temuannya :
1. Tim verifikator tidak mempunyai standar kualifikasi.

2. Belum adanya tim pengendali Fraud sesuai amanat Pasal 7dan 8 Permenkes No 36 Tahun 2015.

3. Adanya pembatasan antrean hanya 100 orang setiap hari, (ini membuka peluang munculnya praktek pencaloan)

4. BPJS tidak transparan terkait data klaim dari seluruh RS yang bekerjasama dengan BPJS.

5. BPJS mengajukan data klaim bayar ke pihak dinkes tanpa disertai dengan kelengkapan data pasien yang terdata di database online.

Senada dengan itu, Almas Syafrina yang merupakan perwakilan dari ICW menyatakan bahwa sebenarnya kejanggalan tersebut dapat di kurangi bila adanya Tim Pengendali Fraud.

Ia menambahkan Dinkes dan BPJS harus cepat membuat Tim Pencegahan Fraud, sehingga JKN-BPJS ada yang memonitoring dan mengevaluasi.

Sudah harus cepat di bentuk Tim pencegahan Fraud, agar pengendian fraud di kota makassar dapat di tanggulangi” ungkap staff korupsi politik ICW ini. (rifan muzaki/mg1/red2 )

Komentar