Penahanan Ijazah Karyawan, Disnaker Akan Panggil PT DBM Makassar

0
207

MAKASSAR, PORTALMAKASSAR.COM – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar akan melayangkan surat pemanggilan kepada pimpinan PT Distriversa Buanamas atau PT DBM Cabang Kota Makassar terkait aduan penahanan ijazah karyawan.

Demikian ditegaskan Kepala Disnaker Kota Makassar, Irwan Bangsawan, saat menerima pengurus wilayah (PW) Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulsel yang memediasi eks karyawan DBM yang menjadi korban penahanan ijazah oleh PT DBM ke Disnaker, Rabu (6/8/2017) siang.

“Terkait penahanan ijazah tidak dibenarkan, itu bertentangan UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dimana menjelaskan tidak ada aturan yang membolehkan perusahaan menahan ijazah karyawannya. Olehnya itu kami akan surati itu perusahaan,” tutur Irwan Bangsawan di kantornya Jl AP Pettarani.

Baca: Diduga Tahan Ijazah dan Minta Tebusan Rp 20 Juta, PT. DBM Makassar Dilaporkan

Mantan Kepala BPM Kota Makassar ini mengatakan pemanggilan akan dilakukan dalam waktu dua sampai tiga hari kedepan.

“Intinya pemanggilan ini kita akan dengar kedua belah pihak bagaimana jalan terbaik agar semuanya selesai. Yang pastinya ijazah harus dikembalikan, tidak ada alasan itu,” sambung Irwan Bangsawan.

Adapun pengurus IWO yang hadir mendampingi Rizal Zulkifli, eks sales di PT Distriversa Buanamas, Hasanuddin (Sekretaris PW IWO Sulsel) dan anggota IWO.

“Kami berterima kasih kepada IWO Sulsel yang memediasi ke sini (Disnaker). Inilah perannya, ketika masyarakat tidak mengetahui dimana harus mengadu, IWO hadir menjembatani itu,” tambahnya.

Sementara Rizal Zulkifli dihadapan Kadisnaker menyampaikan harus menebus Rp 20 juta agar ijazahnya dikembalikan.

Iazahnya ditahan perusahaan yang beralamat di Jl Serigala ini sejak 2014 lalu.

“Kami harus membayar Rp 20 juta kalau mau ijazah kami kembali. Kami bilang dapat uang dari mana,” ungkapnya

“Saya bilang sama pimpinan cabangnya, kami tidak bisa bayar banyak begitu. Lalu saya dikasi opsi 25 % persen saja, atau sekitar Rp 4 juta. Saya bilang kalau bayar cash susah, jadi saya mau cicil, tapi dia bilang tidak bisa,” papar Rizal.

Ditanya, apa alasan keluar dari PT. DBM Cabang Makassar, ungkap Rizal karena ada yang tidak sejalan dengan kondisi saat itu.

“Adalah masalah pimpinan dulu dan saya komplain, dan saya ditegur, padahal saya sampaikan untuk kebaikan evaluasi perusahaan saat itu. Jadi saya putuskan mundur, dan ijazah D3 saya masih tertahan,” kata Rizal dan mengaku beberapa rekan kerjanya juga ijazahnya ditahan. (red3)

Komentar