Kisruh Golkar, Sebaiknya Nurdin Halid Konsentrasi Pilgub Sulsel

0
74
Notrida Mandica (Anggota Dewan Pakar DPP Partai Golkar)

KISRUH antar kader akibat praktek pemecatan oleh pimpinan DPP Partai Golkar (PG) tentu tak dapat disembunyikan dari  publik.

Kondisi ini juga membuat para pimpinan partai sibuk mengelola konflik dan potensi konflik, tidak terkecuali Ketua Harian DPP Partai Golkar A. H. Nurdin Halid atau populer dengan  inisial NH.

Keterlibatan penuh NH  dalam menangani kekacauan internal partai berlambang beringin ini, menurut hemat saya, relatif riskan.

Karena beliau sedang bersiap terjun dalam kontestasi politik perebutan kursi gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) tahun depan.

Alhasil, posisi NH menimbulkan pertanyaan di kalangan pemilih: Apakah NH akan lanjut pada Pilgub Sulsel 2018?  Atau NH akan konsentrasi di DPP PG?

Dalam statusnya sebagai Ketua Harian DPP PG dan pelaksana Ketua DPD PG Sulsel serta calon Gubernur Sulsel  bisa dipastikan NH overload oleh tuntutan tugas DPP PG dan tuntutan perhatian dari para pemilih di Sulsel.

Sebagai kader yang  ingin melihat kesuksesan NH di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel, selayaknya NH menetapkan prioritas politiknya.

Hal ini perlu perhatian mendasar karena  pada survey pra pilgub, posisi NH masih diurutan 2 atau 3 di bawah Nurdin Abdullah dan Ichsan Yasin Limpo.

Bagi sebagian kader Golkar Sulsel, hanya NH yang dianggap mampu mengalahkan calon calon kuat di Pilgub Sulsel nanti. Karena itu sebaiknya NH mempertimbangkan dengan cermat prioritas  politiknya di Sulsel.

Apabila NH memang mau memenangkan Pilgub 2018, maka sebaiknya konsentrasi pada proses peningkatan popularitas dan elektabilitas sebagai calon gubernur Sulsel.

Konsekwensinya, NH memang harus rela menyerahkan urusan kekisruhan DPP PG kepada rekan -rekannya di DPP.

Atau jika NH mau mendampingi  Ketua Umum DPP PG Setya Novanto menangani kekisruhan DPP PG, maka NH harus memilih melepas pencalonannya dan konsentrasi total pada proses stabilitas  kepemimpinan DPP PG.

Oleh karena akan sangat berat tantangan dalam pilgub Sulsel 2018 apabila NH tidak memperlihatkan totalitas dan kinerja terbaiknya untuk melampaui popularitas dan elektabilitas kompetitornya.

NH mungkin belum menyadari bahwa faktor utama dalam Pilgub 2018 nanti adalah kerja keras NH untuk  mewujudkan   harapan para kader dan rakyat Sulsel.

NH berhasil merebut kursi gubernur Sulsel dan akan mewujudkan visi dan misi Membangun Sulsel dari Desa.

Oleh : Notrida Mandica
(Anggota Dewan Pakar DPP Partai Golkar)

 

Komentar