Event F8 Lahirkan Kerjasama Internasional

0
57

MAKASSAR,PORTALMAKASSAR.COM – Di hari keempat penyelenggaraan Makassar Internasional Eight Festival and Forum atau F8, sejumlah kerja sama internasional telah dibangun oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dengan beberapa Kota dan Negara.

Diantaranya kerja sama dengan Engie Ineo Perancis dan Kota Kaohsiung. Pemkot Makassar bersama masing-masing kedua belah pihak bersepakat membangun kerjasama melalui penandatanganan Memorandum of Understending (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Adapun rencana Sister City bersama Kota Seoul ditunda untuk sementara waktu.”Seoul belum karena wali kotanya tidak datang hanya diwakili. Jadi nanti akan ditindak lanjuti. Makassar sendiri akan kesana (Seoul),” kata Kepala Sub Bagian Kerjasama Antar Daerah/Lembaga Bagian Perekonomian dan Kerjasama Sekretariat Kota Makassar,  Najiran Syamsuddin.

Dia menjelaskan, kerja sama bersama Engie Ineo Perancis akan ditindak lanjut dengan perjanjian kerja sama kontrak bilateral antar dua negara yang sebelumnya telah membangun kesepakatan melalui Letter of Intens (LoI) sejak 2016 lalu.

Sementara Kota Kaohsiung akan ditindak lanjuti dengan kunjungan balasan untuk memperjelas potensi kerja sama antar kedua belah pihak, Makassar dengan Kota Kaohsiung.

Kalau Engie Ineo Perancis sudah ada persetujuan dari kementrian luar negeri, kalau Kota Kaohsiung masih Latter of Intens belum ada persetujuan dari kementrian, nanti mau masuk MoU baru minta persetujuan dari kementerian,” jelas Najiran.

Disamping itu, kerja sama lintas perkotaan juga telah dibangun bersama dua kota dalam negeri, yakni Surakarta dan Jogjakarta. Masing-masing bersepakat untuk membangun potensi kesamaan sumber daya yang dimiliki masing-masing kota.

Sebelumnya kerja sama lintas perkotaan juga direncanakan akan berlangsung dengan Kota Tual. Namun wali kota yang bersangkutan berhalangan tidak sempat menghadiri perjamuan event F8 yang kali keduanya digelar Pemkot Makassar.

Jogjakarta sudah ada mi tindak lanjutnya, implementasinya itu sudah MoU lintas perkotaan dan ditindaklanjuti kerja sama antara PDAMnya. Dan Surakarta pak wali MoU dengan wali kotanya langsung ditindak lanjuti tandangan antara masing-masing kepala dinas pariwisata,” terang Najiran.

Sedangkan pertemuan bilateral dengan beberapa negara lainnya, kata dia masih dalam tahap penjajakan kerja sama. Diantaranya Afganistan, New Zealand dan Georgia. “Akan masih meminta saran dan pertimbangan dari kementrian luar negeri terhadap kerja sama kota negara,” pungkas Najiran. (ril)

Komentar