Merangkap Jadi “Tim Sukses”, Aktivis PB HMI Ingatkan Pengamat ini

0
63
Jayadi Nas. Fb

MAKASSAR, PORTALMAKASSAR.COM –Kecaman terhadap oknum akademisi yang diduga memanfaatkan posisinya untuk memberikan analisis yang tendensius ke kandidat tertentu jelang Pilgub Sulsel, terus mendapat perhatian.

Setelah aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan mantan aktivis Universitas Muhammadiyah Makassar, kini giliran aktivis Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) yang mengeluarkan imbauannya.

“Kehadiran akademisi dalam prospek memberikan masukan secara akademik wajar saja. Hanya saja sangat tidak etis apabila menjadikan dunia kampus menjadi struktur politik, itu melenceng jauh dari tridharma perguruan tinggi,” terang Ketua Umum Bakornas Lapenmi PB HMI, Nurcholis, Sabtu (09/09/17).

Jauh lebih baik, lanjut dia, akademisi tidak larut “melacurkan” diri menjadi bagian kandidat tertentu untuk menyerang kandidat lain mengatasnamakan diri sebagai akademisi atau pengamat. Apalagi jika berstatus sebagai ASN.

Seperti diberitakan, akademisi Unhas Jayadi Nas diduga memberikan pernyataan yang tendensius melalui analisisnya yang dimunculkan di sejumlah media.

Pasalnya, Jayadi yang pernah dituding tak netral saat masih menjabat Ketua KPU Sulsel, memberi analisis yang berulangkali seperti ingin menjatuhkan kandidat tertentu. Bahkan bukan hanya sekali, melainkan sudah berulangkali.

Dugaan Jayadi memberi pernyataan tendensius, juga mendapat imbauan dari Ketua Umum PMII Sulsel Syarif Hidayatullah. Meski tidak menyebut nama secara langsung, namun pernyataannya diarahkan ke akademisi yang mulutnya “diperalat”.

“Jelas tidak dibenarkan. Sebab akan menjadi citra buruk bagi akademisi. Karena tidak bisa menjaga kredibilitasnya. Apalagi jika statementnya menjadi tunggangan politik bagi salah satu kandidat,” pungkasnya. (ril/red3)

Komentar