Juara Liga Golo Rong Antar Kelurahan di Mamajang Wakili Tingkat Kecamatan

0
68

MAKASSAR, PORTALMAKASSAR.COM – Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kota Makassar, Hendra Hakamuddin mewakili Walikota Makassar, membuka serta memberi sambutan pada Liga Golo Rong yang digelar di Kelurahan Mandala, Kecamatan Mamajang, Sabtu sore (9/9/2017) lalu.

Liga Golo Rong yang digelar di Kecamatan Mamajang merupakan Liga Golo Rong yang ke tujuh setelah sebelumnya sudah digelar di enam kecamatan dalam wilayah kota Makassar.

Hendra mengatakan Kompetisi yang dilaksanakan di Kelurahan Mandala mendapat antusias yang sangat tinggi dari masyarakat, ini terlihat dari banyaknya warga yang berbondong-bondong datang ingin menyaksikan.

“Kita lihat antusias warga yang begitu tinggi, mereka datang berbondong bondong datang dari berbagai unsur, baik orang dewasa maupun anak anak datang ingin menonton Liga Golo Rong,” ucap Hendra, Senin (11/9).

Kadispora menjelaskan Liga Golo Rong merupakan olah raga yang diciptakan bapak Walikota Makassar Moh. Ramdhan Danny Pomanto dikarenakan lahan untuk bermain bola bagi anak-anak sangat terbatas, sehingga muncul ide beliau untuk menggunakan lapangan yang tidak begitu luas seperti di lorong atau badan jalan.

“Lapangan yang dipergunakan tentunya tidak begitu besar, hanya 25 meter panjangnya dan lebar 7 Meter, tidak memerlukan lahan yang luas, sehingga bisa dimainkan di lorong-lorong (gank),” jelas Hendra.

“Dengan digulirkannya liga Golo Rong diharapkan kedepan liga ini, bisa terus eksis di kota Makassar dan merambah sampai tingkat nasional bahkan sampai ditingkat Internasional,” terangnya.

Pada pembukaan Liga Golo Rong yang ketujuh di ikuti 20 tim dari 14 Kelurahan yang ada di Kecamatan Mamajang dengan memakai sistem gugur. Selanjutnya untuk juara 1, 2 dan 3 akan mewakili kelurahannya masing masing pada liga Golo Rong yang akan diadakan pada tingkat kecamatan.

Pembukaan liga Golo Rong diisi dengan berbagai aneka kesenian tradisional daerah Makassar diantaranya Tari Gandrang Bulo, egrang (longga longga), tari kipas yang diiring lagu Sulawesi Pa’ rasanganta.

Komentar