Kritik Film:  Parakang VS Real Parakang

0
417
Parakang vs Real Parakang
Movie : Parakang Vs Real Parakang

MAKASSAR,PORTALMAKASSAR.COM – Tergelitik oleh pernyataan Asmin Amin tentang adanya “ Penjahat Kebudayaan “ yang mengexploitasi Film Indonesia khususnya film Makassar. Penjahat kebudayaan ini menjadi penyebab Terdegradasinya nilai budaya etnis di Indonesia dan menjadi pintu masuk budaya global untuk memporak porandakan budaya leluhur kita. Saya terdorong untuk menggeledah dan mengkritisi film Parakangnya Abdul Rojak dan Film Real Parakangnya Ibnu Agha yang dua duanya saya tonton. Apa betul Pernyataan itu?

Parakang adalah mitos yang melegenda didaerah Sulawesi Selatan yang diceritakan secara turun temurun. Cerita yang berkembang di tanah Bugis Makassar, bahwa seseorang menjadi Parakang, ialah karena orang itu salah dalam menerima ilmu. Karena ia adalah legenda maka ia adalah bagian dari Budaya leluhur. Menurut Legenda Menjadi Parakang sesungguhnya merupakan sebuah kutukan yang menyedihkan. Seorang Parakang akan meneruskan ilmu sekaligus kutukan akibat kesalahannya kepada keturunannya. Jadi, jika seseorang merupakan anak atau dialiri darah dari orang yang menjadi Parakang, maka kelak dia akan menjadi Parakang juga.

Parakang (Manusia jadi-jadian) merupakan film Indonesia bergenre horor yang digarap oleh rumah produksi 786 Production. Disutradarai oleh Abdul Rodjak yang juga menulis naskah film sekaligus sebagai actor pemeran pembantu.

Film Parakang diangkat dari cerita rakyat Bugis Makassar. Parakang dalam film ini merupakan manusia jadi-jadian yang secara sadar dan tidak sadar selalu mencari korban serta dapat berubah wujudnya menjadi bintang atau benda-benda lainnya.

Banyak persepsi yang menjadi latar belakang dalam munculnya mistis parakang. Dalam film ini salah satunya adalah faktor keturunan dan karena ilmu gaib yang dimiliki oleh seseorang.

Film Parakang bercerita sepasang kekasih, Syamsul ( Rojak ) dan Narti ( Riri ), keduanya menjadi buruan warga di kampungnya masing-masing karena diketahui sebagai Parakang (manusia jadi-jadian). Pertemuan kedua parakang ini menjadikan mereka sepasang kekasih.

Pernikahan Syamsul dengan narti membuahkan hasil seorang putri bernama Linda (Firda Noweldin), anak satu-satunya mereka tumbuh di tengah perkebunan teh. Kehidupan Syamsul dan narti telah berubah, memliki banyak harta benda berkat ilmu parakang mereka.Linda mewarisi kutukan keluarga sebagai parakang. Hingga suatu ketika saat di tempat bekerja, perubahan wujud terjadi pada Linda, Tanpa sepengetahuannya seorang temannya merekam kejadian itu.

Teman yang cemburu atas keberhasilan Linda, menyerbarkan berita yang membuat heboh, sehingga Linda harus disingkirkan. Sementara itu telah terjadi perebutan kekuasaan diantara turunan parakang.

Dari segi strategi pemasaran Film ini terbilang Sukses. Parakang rilis 18 Mei 2017 sampai hampir sebulan setelah penanyangannya yaitu pada tanggal 15 juni 2017 ia meraup 49.847 penonton di bulan Ramadhan pula. Namun dari sudut sinematografi dan manajemen produksi bisa dikatakan kedodoran karena riset film yang terburu buru dan beban psikologis dari Rojak yang harus berperan sebagai pemeran parakang, sekaligus sebagai Sutradara dan penulis scenario. Begitupun Riri Rojak punya beban yang sama sebagai pemeran Parakang wanita yang juga sebagai Produser film ini yang terpaksa terkuras perhatiannya untuk mengsiasati dana produksi yang terbilang minim di banding Film semacam Athirah.

Adapun Real Parakang mengisahkan tentang Bagas (Donny Kesuma) yang memiliki ilmu hitam parakang yang meresahkan warga. Rusman mertuanya tidak mau melihat ada korban jiwa lagi, terpaksa membunuhnya dengan menembak kepalanya. Elena melihat seorang anak kecil mewarisi ilmu parakang. Ia tidak ingin ada korban jiwa dari aksi parakang, lalu mengajak Rino untuk mencari anak pewaris ilmu parakang itu. Denis dan Karina anak Bagas, sedih dengan kabar kematian ayah dan adiknya Diva (.AI-Alaika). Saat Denis(Jerry) mau membawa pulang jenazah Diva, dokter mengatakan bahwa Diva masih hidup. Tubuh Diva telah mewarisi ilmu hitam parakang dan tubuhnya kini dikendalikan oleh kekuatan jahat. Korban berjatuhan. Diva. Karina(Rency Maano) Elena(Holmalia Putri) dan Rino(Husni Ramdan) selamat dari amukan Parakang. Namun, mereka tidak tahu bahwa ilmu itu ternyata merasuk ke dalam tubuh Denis.

Dari sudut sinematografi dan manajemen Produksi, film Real Parakangnya Ibnu Agha ini menang telat bila dibandingkan dengan Film Parakangnya Rojak. Apalagi Film Real Parakang ini didukung oleh bintang sekaliber Al Alaika, Donny Kesuma dan Helmalia Putri yang sudah punya pengalaman di banyak film dan malang melintang didunia seni Peran selama puluhan tahun.

Anggaran penggarapan Film inipun lebih dari 3 x lipat dari Film Parakangnya Rojak, kurang lebih sekitar Rp3 Miliar dengan pengambilan gambar di beberapa lokasi Sulsel.

Keberhasilan Film Uang Panai,Film Sumiati, Film Silariang Dalam menyedot Penonton Fanatik orang bugis Makassar yang ada didaerah Sulawesi Selatan maupun yang ada di perantuan, membuat banyak Produser daerah maupun luar Daerah yang membuang uangnya untuk memproduksi Film Film bernuansa Etnis Bugis Makassar. Namun dari pengamatan saya tak satupun dari mereka ditemukan sebagai penjahat Kebudayaan. (red2)

FILM PARAKANG                                           
Produser: Riri Rodjak
Sutradara: Abdul Rodjak
Penulis: Abdul Rodjak
Durasi Film: 84 Menit
Para Pemain:
– Firda Noweldin
– Rizaldi M Tamhier
– Irham Idris
– Riri Rodjak
– Aziz Nojeng

REAL PARAKANG

Produser : Abu Hamzah, Evry Joe

Sutradara : Ibnu Agha

Penulis : Team Creative Qia Film, Abu Hamzah

Pemeran : Al Alaika, Donny Kesuma, Helmalia   Putri

(Syahriar Tato : Anggota PARFI Sulsel, Serikat Kritikus Film)

Komentar