Polda Sulsel Bekuk Dua Pelaku Penipuan Travel Umrah di Makassar

0
156

MAKASSAR, PORTALMAKASSAR.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel meringkus dua orang pelaku kasus penipuan travel umrah dan haji. Dua orang tersangka yang ditangkap adalah Muh Arsyad (26) dan Hariadi (29).

Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani menerangkan, kedua pelaku telah melakukan aksi penipuan ini sejak tahun 2014. Ia mengatakan modus pelaku dengan berpura-pura memiliki sebuah perusahaan travel perjalanan umrah yang bernama PT. Archa Perkasa.

“Namun ternyata tidak terdaftar Kanwil Kemenag Sulsel. Bahkan kantorpun mereka tidak punya,” kata Dicky saat press rilis di Mapolda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, Rabu (13/09/2017).

Dicky menjelaskan, kedua tersangka melakukan aksinya bersama Henni Katili yang berperan sebagi penjaring dan pencari calon korban untuk kedua tersangka.

Kedua orang tersangka menjanjikan kepada Henni yang kemudian melaporkan kedua orang pelaku ini, bisa memberangkatkan jamaah umrah dengan biaya yang murah pada tahun 2015.

“Pelapor kemudian mengumpulkan calon jamaah haji yang ingin berangkat kemudian uangnya disetor kepada kedua orang pelaku,” ungkapnya.

“Calon jamaah umrah ini dijanjikan berangkat pada bulan Mei 2015, namun sejak tahun 2015 sampai sekarang tidak ada satupun jamaah umrah yang berangkat,” ungkap Dicky.

Mantan Dir Sabhara Polda Kepri itu mengungkapkan, berdasarkan pengakauan pelapor, jumlah korban yang telah ia kumpulkan sebanyak 76 orang dengan jumlah uang yang ia kumpulkan sebesar lebih dari Rp 1 Miliar.

“Dan tiket yang mereka telah kumpulkan sebanyak 76 inipun ternyata tiket bodong. Jadi pada saat jamaah umrah akan berangkat melalui Bandara Sultan Hasanuddin, dicek oleh otoritas bandara ternyata tiketnya bodong, ini yang sangat merugikan masyarakat,” tuturnya.

Pejabat Utama Polda Sulsel itu mengatakan, Korban kedua tersangka berasal dari berbagai daerah seperti, Makassar, Bone dan Gowa. “Bahkan daerah Kalimantan juga ada,” ungkapnya.

Atas perbuatan kedua tersangka, pelaku akan dijerat dengan pasal 372 dan 378 KUHP dengan ancaman hukum diatas lima tahun penjara. (rsm/liput/red3)

Komentar