Penggiat UMKM Sulsel Wujudkan Sinergi Pentahelix

0
89

MAKASSAR, PORTALMAKASSAR.COM – Puluhan penggiat usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) terus mendorong terwujudnya sinergi multi pihak, meliputi akademisi, komunitas, asosiasi pengusaha, pemerintah dan media atau dikenal degan pentahelix dalam memajukan UMKM.

Sinergi pentahelix dibahas dalam acara forum diskusi yang digagas forum komunikasi UMKM Sulawesi (Formasi), ABDSI dan PLUT Sulsel,Sabtu (16/9) di Gedung PLUT Sulsel bertema “Sinergi Pentahelix dalam Pemberdayaan UMKM”.

Hadir sebagai pembicara ketua DPN ABDSI, Samsul Hadi, Sekum Apindo Sulsel, Yusran B.Hernald, akademisi Unhas, Andi Nur Bau Massepe, Kabid Kelembagaan Diskop UKM Makassar, Johansyah Mansur dan ketua ikatan wartawan online (IWO) Sulsel, Zulkifli Thahir.

Dalam paparannya, Samsul Hadi yang akrab disapa Cak Samsul mengatakan, pemberdayaan UMKM seluruh stakeholder harus terlibat dan terus bergandeng tangan.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, disamping harus juga ada keinginan yang kuat dari pelaku UMKM agar bisa naik kelas melalui inovasi dan kreatifitas dalam pengembangan usahanya,” ujarnya.

Hal ini diamini Sekum Apindo, Yusran B.Hernald, bahwa kerjasama multipihak yang berkolaborasi satu sama lain untuk saling melengkapi dan mempercepat pengembangan UMKM. “Apindo berkomitmen dan terus mendorong daya saing pelaku UMKM” tambahnya.

Ketua Formasi, Bahrul Ulum mengatakan,
sinergi pentahelix meniscayakan hadirnya berbagai wadah dan ruang, apakah melalui event, komunitas atau tempat yang mampu memfasilitasi multipihak saling bertemu, berinteraksi dan saling bertukar informasi dan ide mengenai pemberdayaan UMKM.

Pentahelix melibatkan akademisi terdiri dari unsur mahasiswa, dosen, peneliti dari berbagai perguruans tinggi. Sektor bisnis melibatkan pengusaha dan asosiasi pengusaha ataupun asosiasi profesi semua bidang. Komunitas meliputi komunitas kreatif, lembaga donor, pendamping UMKM dan masyarakat secara luas, serta media lokal cetak, elektronik maupun online. (ril/red3)

Komentar