Wacana DPP Alihkan Dukungan, PAN Se Sulsel Solid ke Punggawa-Macakka

0
73

MAKASSAR, PORTALMAKASSAR.COM – Wacana Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) bakal mengalihkan dukungannya dari Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar di Pilgub Sulsel 2018 mendatang, sama sekali tidak mempengaruhi sikap DPW dan DPD PAN se Sulsel yang komitmen dibarisan Punggawa- Macakka.

Hal ini ditegaskan Wakil Ketua DPW PAN Sulsel, Muhammad Irfan Ab disela-sela rapat konsolidasi DPW dan Ketua DPD PAN Sulsel yang digelar di salah satu hotel di kawasan Panakkukang Makassar, Rabu (20/9/2017).

Kepada awak media, legislator DPRD Sulsel ini menegaskan bahwa apapun perkembangan politik kekinian dari partainya, PAN se Sulsel tetap memegang komitmen awal yakni berada di barisan IYL-Cakka untuk Pilgub mendatang.

“PAN se Sulsel sepakat dan solid pada komitmen awal DPP yakni mendukung dan memenangkan IYL-Cakka di kontestasi pemilihan kepala daerah 2018 nantinya,” kata Irfan AB kepada wartawan.

Dia tak menampik dinamika politik jelang pesta demokrasi sekali lima tahunan di Sulsel terkhusus disejumlah partai cukup dinamis termasuk di partainya.

Hanya saja, menurut Irfan, partainya tidak akan menghianati komitmen awal DPP bahwa di Pilgub Sulsel partainya tetap mengusung Punggawa-Macakka.

“Jadi komitmen awal sejauh ini tetap dipertahankan. Apalagi secara garis umum di DPP ngotot dibarisan IYL-Cakka. Dukungan ini sudah ‘harga mati’,”pungkasnya.

Dia menjelaskan, rapat konsolidasi ini tidak hanya membahas terkait perkembangan politik jelang Pilgub melainkan verifikasi parpol juga menjadi pokok pembicaraan.

Terpisah, Ketua DPW PAN Sulsel, Ashabul Kahfi memimpin rapat konsolidasi PAN se Sulsel mengaku sejak awal partainya all out memenangkan Punggawa-Macakka di Pilgub nantinya.

“Persoalan ada dinamika yang terjadi di internal partai, itu wajar saja. Apalagi saat ini sudah mendekati even politik, tapi bagi PAN se Sulsel soliditas kader tidak akan terganggu untuk mengawal IYL-Cakka hingga terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur,” tegas Kahfi. (ril/red3)

Komentar