Disebut Daerah Rawan Bencana BPBD Selayar, Tingkatkan Kapasitas SDM

0
37

SELAYAR, PORTALMAKASSAR.COM – Peningkatan kapasitas sumber daya manusia aparat pemerintah dan masyarakat dituangkan jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan melalui penyelenggaraan kegiatan sosialisasi peningkatan kapasitas SDM aparatur dan masyarakat dalam melakukan upaya penangulangan bencana.

Kegiatan sosialisasi dibuka secara resmi oleh Bupati Kepulauan Selayar yang diwakili oleh Asisten Administrasi, Drs. Dahlul Malik, MH, bertempat di gedung Rayhan, Resto & Coffee, di ruas jalan Jend. Achmad Yani, Benteng.

Dua orang narasumber yang masing-masing berasal dari Badan Sar Nasional Makassar dan BPBD Provinsi Sulawesi-Selatan dihadirkan panitia selaku narasumber sosialisasi.

Badan Sar Nasional Makassar diwakili oleh Kasubag Umum yang didampingi oleh Kasie Rehabilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulsel, Drs. Andi Bali Raja, MM.

Pernyataan selamat datang disertai ucapan terima kasih dan penghargaan yang disampaikan kepada kedua pemateri atas perkenaan waktu dan kesempatannya untuk hadir dan mengisi kegiatan sosialisasi peningkatan kapasitas SDM aparatur pemerintah dan masyarakat dalam penanggulangan bencana mengawali rangkaian sambutan Bupati Kepulauan Selayar yang diwakili oleh Asisten Administrasi, Drs. Dahlul Malik, MH.

Hal tersebut sekaligus menandai pembukaan secara resmi kegiatan sosialisasi yang akan diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kepulauan Selayar, selama dua hari mulai dari hari, Selasa (26/09) sampai hari ini, Rabu, (27/09).

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Administrasi Kabupaten Kepulauan Selayar, Drs. Dahlul Malik MH juga berkenan memberikan gambaran tentang kondisi geographys Kabupaten Kepulauan Selayar yang delapan puluh enam persen wilayahnya terdiri dari bentangan laut luas dan berada pada posisi rawan bencana.

Posisi ini menempatkan Kabupaten Kepulauan Selayar sebagai salah satu daerah yang sangat rentang terhadap resiko gelombang pasang atau geelombang tinggi (rob), pengikisan, disertai dampak abrasi pantai, bencana banjir, dan tanah longsor.
Pernyataan ini didasarkan pada ketetapan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) yang tercatat pada indeks resiko bencana Indonesia (Irbi) tahun 2013.

Terkait akan hal tersebut, pemerintah kabupaten melalui instansi tekhnis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), bersepakat melakukan kerja nyata (action) dalam upaya mengantisipasi resintensi, tingkat kerentanan, ancaman, resiko, dan dampak buruk yang akan ditimbulkan oleh sebuah bencana melalui kegiatan mitigasi pencegahan dan penanggulangan pra bencana, pungkas mantan Kadishub Kabupaten Kepulauan Selayar tersebut mengakhiri rangkaian sambutannya di hadapan para tamu undangan dan peserta sosialisasi.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat menambah wawasan kebencanaan bagi seluruh pemangku jabatan pada masing-masing unit kerja dan stakeholder terkait, terutama dalam rangka untuk mempererat hubungan, serta sinergitas kerjasama antara stakeholder pemerintahan dengan masyarakat yang ikut terlibat secara langsung sebagai peserta kegiatan sosialisasi.

Peningkatan wawasan dan kesadaran akan pentingnya peran serta warga masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana diharapkan akan tersosialisasi secara otomatis dan menyeluruh melalui pelibatan peserta dari unsur pemerintah kecamatan, lurah, Badan Perwakilan Desa (BPD), dan masyarakat itu sendiri, jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar, dr. Sari Bulan Arifin melengkapi sambutan bupati.

Penyelenggaraan kegiatan sosialisasi ini akan ditutup dengan pelaksanaan simulasi tindakan penyelamatan korban kapal tenggelam dengan menurunkan satu unit perahu karet, dan sky raider. Pelaksanaan simulasi dipusatkan di area Dermaga Rauf Rahman Benteng, kuncinya. (yasin/fadly syarif)

Komentar