P3KG Unhas Kembali Gelar Konfrensi Internasional 2018

0
27

MAKASSAR, PORTALMAKASSAR.COM – Pusat Penelitian dan Pengembangan Kependudukan dan Gender Universitas Hasanuddin (P3KG Unhas)  kembali akan menggelar konfrensi internasional dan Rakornas Asosiasi Pusat Studi Wanita/Gender dan Anak (ASWGI)  IV pada Agustus 2018.

Persiapan pelaksana konfrensi ini telah dibicarakan  di kantor P3KG Kampus Unhas, Jumat (29/9/2017) dipimpin Ketua P3KG Unhas  Dr Rabina Yunus,MSi.

Dijelaskan, hasi rapat menyepakati tema yang akan diusung dalam konfrensi internasional ini, Gender and Development in Changig  Siciety.

Waktu pelaksanaan adalah 1-3 Agustus 2018. Lokasi pelaksanaan kegiatan direncanakan di Max One Hotel Makassar.

Hari pertama adalah pembukaan kongres ASWGI di ruang senat Unhas lantai 2.Pembentukan pengurus baru. Klinik Penulisan termasuk tehnik penulisan dan tips memilih jurnal, tegas Rabina

Hari kedua dan ketiga, konfrensi internasional dengan tema; gender sains dan teknologi; gender dan pekerja; gender dan pendidikan; gender dan HAM; gender sosial dan ekonomi, ungkap dosen prodi pemerintahan Fisip Unhas ini.

Hasil dari kegiatan ini akan dibuatkan proceeding berstandar scopus. Pada akhir acara aka nada city tour ke Rammang-Rammang, Gua Leang-Leang dan Bantimurung, tandasnya.

Rapat panitia ini secara bertahap dilaksanakan setelah SK Kepanitian telah dikeluarkan pihak rektorat Unhas tertanggal 5 September 2017.

Pada SK kepanitian yang ditandatangani Sekretaris Rektor Unhas, Dr. Ir. Nasaruddin Salam, MT menetapkan Ketua dan Sekretaris; Dr. Rabina Yunus, M.Si dan Ari Sujipto, S.IP dan Bendahara, Dr. Fatmawati, M.Si.

Konfrensi kali ini akan dirangkaikan juga dengan Rakornas ke-4 ASWGI) se-Indonesia.

P3KG Unhas sebelumnya pernah menggelar tiga Workshop Penulisan Proposal dan Jurnal Internasional Terindeks Scopus

Terakhir dilaksanakan pada 30-31 Mei 2017, diikuti dosen dari Unhas serta dari luar Unhas ada dari, UIN Alauddin.

Universitas Sawerigading, Universitas Tompotika, STIH Pengayoman Bone serta kampus dari Sorong, ungkap doktor kesejahteraan sosial PPs-Unhas ini.

Penulis: Yahya

 

Komentar