Peringati 1 Oktober, GP Ansor Maros Gelar Refleksi dan Pembacaan Doa

Peringati 1 Oktober, GP Ansor Maros Gelar Refleksi dan Pembacaan Doa

73
Ansor Maros
Peringati 1 Oktober, GP Ansor Maros Gelar Refleksi dan Pembacaan Doa

MAROS,PORTALMAKASSAR.COM– Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Maros mengucapkan selamat memperingati hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2017, hal ini disampaikan oleh Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Maros, Abrar Rahman.

Menurut Abrar, Hari Kesaktian Pancasila ini adalah momentum bagi kita sebagai pemuda untuk melakukan refleksi kebangsaan, membaca dan menghayati kembali sejarah perjuangan para pendahulu kita guna memperoleh hikmah dan semangat perjuangan dari pengorbanan para pejuang kusuma bangsa dalam mempertahankan pancasila dari pemberontakan kelompok radikal seperti PKI, DI/TII, Permesta dll.

Tugas dan tanggungjawab sejarah kita generasi muda hari ini juga tidak mudah, meskipun tidak harus mengangkat senjata melawan penjajah, tandas Mantan Ketua Umum PB HIPMI Maros Raya ini.

Dahulu musuh bersama jelas dan kasat mata, yakni penjajah Belanda dan Jepang namun sekarang musuh atau lawan kita agak samar yakni saudara sebangsa setanah air yang fikiran dan gerakan mereka radikal seperti HTI, OPM, RMS, GAM dan kelompok separatis yang lain.

Tokoh Muda NU Kabupaten Maros ini menambahkan, bahwa musuh bersama kita hari ini bukan PKI lagi, karena organisasi ini sudah jelas terlarang sesuai Tap MPRS Nomor 25 Tahun 1966 dan sekarang diperkuat dengan adanya Perppu Nomor 2/2017 tentang perubahan UU No. 17/2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

Musuh bersama kita sebagai anak bangsa dewasa ini adalah munculnya gerakan radikalisme yang sangat nyata dan massif seperti HTI dan ISIS serta kelompok lain yang ingin mengganti pancasila.

Musuh nyata kita lainnya adalah Narkoba, kebodohan dan kemiskinan tetap harus jadi musuh bersama, seluruh komponen bangsa utamanya pemuda harus ambil bagian sebagai solusi atas persoalan diatas bukan malah menjadi bagian dari masalah itu sendiri. (red2)

Komentar