Mengintip Wisata Pemerintahan di Kantor Camat Rappocini

Mengintip Wisata Pemerintahan di Kantor Camat Rappocini

153
Suasana ruang pelayanan Kantor Camat Rappocini, Jl Teduh Bersinar.

MAKASSAR,PORTALMAKASSAR.COM – Sukses mengaplikasikan standar pelayanan ISO 1900 : 2008 dalam upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Sebagai penyelenggara pelayanan publik, kantor Kecamatan Rappocini, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, kini ramai disambangi oleh wisatawan dari kalangan pemerintahan kota dan kabupaten di tanah air.

Baca: Segarnya Tomat dan Cabai di ‘Klinik Bulo’ Kantor Camat Rappocini, Ini Foto Saat di Panen

Mereka ini datang untuk belajar dan menyaksikan langsung, aktivitas pelayanan prima staf kecamatan dan sejumlah fasilitas penunjang lainnya yang berbasis digital dan bermuatan lokal.

Lalu, seperti apa makna yang tersingkap di kantor kecamatan yang beralamatkan Jalan Teduh Bersinar tersebut?

Pusat layanan Kantor Camat Rappocini saat diresmikan.

Wisata kini telah menjadi gaya hidup sebagian masyakarat. Tak heran bila obyek wisata selalu padat pengunjung dihari-hari libur, khususnya saat liburan panjang. Namun kali ini bukan objek destinasi wisata alam, melainkan sebuah kantor kecamatan yang sukses disulap jadi nyata menerapkan sistem eco office dan eco family.

Hal itu semua tak lepas dari semangat kerja keras Dr. Hamri Haiya, seorang camat yang menginginkan adanya peningkatan pelayanan publik dan kinerja pelayanan. Kemudian peningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kualitas lingkungan masyarakatnya yang tersebar di 10 kelurahan.

Mulai memasuki pagar kantor camat ini, bagi yang perokok sudah disiapkan tempat khusus bagi yang ingin merokok. Tepatnya disisi kanan pintu masuk kantor Camat Rappocini.

Ruang rokok di Kantor Camat rappocini.

Kemudian di ruang pelayanan umum, ditemukan pelayanan gratis aneka kue, teh dan kopi dalam sebuah dispenser almunium ditengah suasana antrian.

Berikut sejumlah koran gratis untuk dibaca, dan hiburan televisi diantara sejuknya semburan udara segar dari air condtioner (AC).

“Ada yang bisa kami bantu, apa sudah mengambil nomor antrian,”ujar staf pelayanan kantor kecamatan Rappocini kepada warga ditengah menunggu antrian, Jumat (29/9/2017) lalu.

Uniknya, kantin ramah lingkungan yang zero waste. Jadi pilihan Camat Rappocini untuk menjamu tamunya yang ingin mendapatkan pelayanan. Khusus bagi masyarakat yang perokok, sama sekali tidak diperbolehkan merokok secara bebas di tempat pelayanan umum kantornya. Jika tidak ingin kena denda Perwali dan Perda larangan merokok di fasilitas umum, khususnya kantor pemerintahan di Kecamatan Rappocini.

Kue yang disiapkan di ruang pelayanan secara gratis.

“Kunci dasar untuk eco office adalah mengubah perilaku untuk berbudaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Dan sejak Juni hingga akhir September 2017, sudah sebanyak 41 lembaga pemerintahan yang datang belajar atau studi banding tentang seni tata cara kelola pemerintahan yang pro lingkungan dengan tidak meninggalkan nilai kearifan lokal di kantor ini,” kata Hamri Haiya.

Sementara itu seisi ruangan dan halaman kantor camat memiliki kamera pengintai, dan War Room mini yang mampu mengontrol seluruh aktivitas staf kecamatan dan kantor lurah lainnya di kecamatan Rappocini.

Mini War Room Kantor Kecamatan Rappocini lantai 1.

“Saya banyak menghabiskan waktu di kantor pemerintahan ini
untuk menghasilkan sesuatu upaya pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Termasuk mendesain kantin ramah lingkungan yang zero waste ini. Sebab kantor dapat menjadi salah satu kontributor global warming yang signifikan,” jelas Camat Rappocini ini.

Menurutnya, gagasan yang setidaknya bisa membantu kantor tetap hijau dan harmoni yakni dengan cara menanam pohon di luar maupun di dalam kantor.

Camat Rappocini Dr Hamri haiya saat melayani keperluan administrasi warga.

“Sebab dengan menanam tanaman di dalam ruangan, hal itu sama saja dengan membantu pengurangan polusi dalam ruangan. Sedangkan, untuk penanaman pohon di luar kantor bisa menjadi sarana untuk pengomposan sampah, daur ulang, dan mengatasi polusi udara,”ungkap Hamri.

Kemudian yang tak kalah menariknya juga adalah, Hamri Haiya kerap melakukan rapat online. Dengan jalan konferensi online, chat, atau format lainnya. Jika ia tak sempat lagi menjamu tamu-tamunya di kantor kecamatan. (red1/red3)

Komentar