Kasus Penganiayaan, Penasehat Hukum Balon Gubernur Sulsel Djuli Mambaya Mengadu ke LMPI...

Kasus Penganiayaan, Penasehat Hukum Balon Gubernur Sulsel Djuli Mambaya Mengadu ke LMPI Sulsel

84
LMPI Sulsel
Jerib Rakno Talebong, Penasehat hukum bakal calon Gubernur Sulsel, Djuli Mambaya (DJM) mengadukan kasus penganiayaan yang menimpa Djuli Mambaya sebagai korban penganiayaan ke Markas Daerah Laskar Merah Putih Indonesia Sulawesi Selatan (03/10/2017)

MAKASSAR,PORTALMAKASSAR.COM–  Jerib Rakno Talebong, Penasehat hukum bakal calon Gubernur Sulsel,  Djuli Mambaya (DJM) mengadukan kasus penganiayaan yang menimpa Djuli Mambaya sebagai korban penganiayaan  ke Markas Daerah Laskar Merah Putih Indonesia Sulawesi Selatan (03/10/2017).

Jerib Rakno Talebong mengadukan kasus penganiayaan ke Lmpi Sulsel karena pelaku pemukulan Jhon Rende Mangontan saat acara pertemuan raya (Praya) X Persekutuan Pemuda Gereja Toraja di Museum Ne’gandeng Malikiri Toraja Uutara pada Senin 25 September 2017 lalu belum diamankan oleh aparat kepolisian resort Tana Toraja.

Ketua Lmpi Sulsel,Andi Nur Alim, membenarkan adanya pengaduan Djuli Mambaya secara resmi di terima Sekretaris Lmpi Sulsel ,Djaya Jumain yang di wakili pengacaranya Jerib Rakno Talebong di markas Lmpi Sulsel ,Selasa  (03/10/2017) dan secara teknis akan di tindaklanjuti secara profesional mengacu pada standar operasional prosedur lembaga.

Andi Noer Alim , mendesak Kapolres Tana Toraja untuk menahan Djhon Renden Mangontan yang di laporkan oleh Djuli Mambaya sebagai pelaku, tidak ada alasan Kapolres Tana toraja tidak menahan Djon Rende dimana proses hukum sudah berjalan termasuk gelar kasus namun yang menjadi pertanyaan kenapa pelaku belum ditahan.

Lmpi Sulsel akan membahas secara serius terkait proses hukum yang dinilai lambat karena ada indikasi tidak serius apabila ini dibiarkan ada kemungkinan terjadinya konflik sosial ,ini yang perlu diantisipasi sebelum terjadi  (red2).

Komentar