Kepada Tim IFAD, Kadis DP2 Makassar Paparkan Manfaat Proyek CCDP

Kepada Tim IFAD, Kadis DP2 Makassar Paparkan Manfaat Proyek CCDP

105
Kepala DP2 Makassar, Abdul Rahman Bando.

MAKASSAR, PORTALMAKASSAR.COM – Proyek Pemberdayaan Masyarakat Pesisir atau Coastal Community Development Project (CCDP) telah berjalan sejak 2013 di Kota Makassar. Oleh karenanya, tim independen dari International Fund for Agricultural Development (IFAD) hendak melakukan tinjauan langsung di sejumlah lokasi proyek, seperti Kelurahan Bira dan Untia.

Kedatangan tim IFAD selaku donor dari proyek CCDP diterima oleh Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, Abd. Rahman Bando di ruang Sipakalebbi Balaikota Makassar, Jumat (6/10/2017).

Kepada tim IFAD, Abd. Rahman Bando memaparkan bahwa keberadaan proyek ini dinilai mampu meningkatkan taraf hidup dan partisipasi aktif masyarakat pesisir di wilayah binaan seperti Kelurahan Untia dan Bira

“Melalui program ini warga meningkat taraf hidupnya, sebab warga sendiri yang menggali potensi lokalnya, kemudian merencanakan, mengerjakannya. Manfaatnya pun telah dirasakan oleh warga,” ungkapnya.

Berdasarkan pemaparan adik kandung Bupati Enrekang, Muslimin Bando ini menyampaikan warga mengembangkan potensi di sejumlah bidang, seperti periwisata dengan mengusung konsep ekowisata bahari yang bekerja sama dengan sejumlah SKPD terkait.

“Dan juga istri-istri nelayan dapat berproduksi dengan mengolah hasil tangkapan menjadi sejumlah produk. Di mana dalam kegiatan industri rumah tangga ini bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk standarisasi P-IRT, MUI untuk kehalalan, serta Dinas Perdagangan untuk distribusi pasarnya,” lanjut Abd. Rahman Bando.

Melalui program ini juga, Abd. Rahman Bando mengakui bahwa kesadaran masyarakat pesisir untuk membudidayakan penanaman bakau demi keberlangsungan ekosistem dalam wilayah operasi mereka.

“Bahkan mereka memiliki stok bibit sendiri yang dikelola secara mandiri demi keberlanjutan pelestarian mangrove,” tutup

Tapi sebentar lagi proyek ini akan segera berakhir. Dan belum bisa dipastikan apakah masih berlanjut atau tidak. Abd. Rahman Bando, mengatakan bahwa pihak DP2 telah memasukkan perihal proyek ini dalam RPJMD dem keberlanjutannya.

“Satu hal yang pasti, dampak yang telah diperoleh menjadi modal besar bagi warga. Serta infrastruktur yang telah dibangun tetap akan dimaksimalkan penggunaannya,” pungkasnya.

Selain, Tim independen IFAD, turut hadir perwakilan dari Kementerian Keuangan RI, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Rombongan ini kemudian beranjak menuju wilayah proyek CCDP oleh IFAD. (ads)

 

Komentar