30 Tahun Lakukan Pelecehan Seksual ke Staf, Peraih Oscar Ini Dipecat

30 Tahun Lakukan Pelecehan Seksual ke Staf, Peraih Oscar Ini Dipecat

56
Harvey Weinstein
Harvey Weinstein dan istrinya Georgina Chapman

AMERIKA SERIKAT, PORTALMAKASSAR.COM – Harvey Weinstein, produser film yang dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap para staf perempuan selama hampir tiga dasawarsa atau hampir 30 tahun, akhirnya dipecat oleh dewan direksi perusahaannya.

Para direktur Weinstein Company mengatakan bahwa “mengingat informasi baru berkaitan dengan prilakunya,” mereka telah memecat Weinstein “sesegera mungkin.”

Pernyataan tersebut dikeluarkan pada hari Minggu (8/10) oleh Robert Weinstein, Lance Maerov, Richard Koenigsberg dan Tarak Ben Ammar. Weinstein sendiri juga sudah diberitahu kabar pemecatan tersebut.

Harvey Weinstein
The Times

Pendiri rumah produksi Miramax dan Weinstein Company sudah menelurkan sejumlah film peraih Oscar, diantaranya Shakespeare in Love, The King’s Speech and The Artist.

Menyusul laporan New York Times tentang klaim pelecehan tersebut, pria berusia 65 tahun tersebut meminta maaf dan mengungkapkan rencananya untuk mengambil cuti.

“Cara saya berperilaku terhadap rekan-rekan kerja di masa lalu telah menyebabkan sakit hati, dan saya dengan tulus meminta maaf atas semua itu,” kata Weinstein seperti dilansir bbcindonesia.

Namun, kemudian dia membantah laporan tersebut, dan mengatakan dia telah mencapai kesepakatan, setidaknya dengan delapan perempuan. Ia mengancam akan mengambil tindakan hukum terhadap surat kabar itu.

Pekan lalu pengacara Weinstein, Lisa Bloom, mengatakan bahwa dia membantah berbagai tudingan yang memojokkannya yang disebutnya merupakan tiudingan-tudingan yang sepenuhnya salah.

Namun pada hari Sabtu, Bloom mengatakan dalam sebuah cuitannya bahwa dia tidak lagi menjadi penasihat hukum Weinstein.

“Saya telah mengundurkan diri sebagai penasihat hukum Harvey Weinstein,” demikian bunyi citan tersebut. “Pemahaman saya adalah bahwa Weinstein dan dewan direksi tengah mengambil langkah untuk membuat sebuah kesepakatan.”

Para korban bicara

Weinstein merupakan salah satu pria sangat berpengaruh di Hollywood.

Tuduhan-tuduhan yang diarahkan kepadanya, menurut laporan New York Times, muncul terutama dari para perempuan muda yang berharap bisa masuk ke industri film, termasuk para selebriti seperti Ashley Judd dan Rose McGowan.

Para korban mengatakan bahwa produser film tersebut memaksa mereka untuk memijatnya dan melihat Weinstein bertelanjang; dan sebagai imbalan atas perbuatan seksual itu, dia menjanjikan akan membantu memajukan karir para perempuan itu.

Weinstein, yang menikah dengan perancang busana dari Inggris Georgina Chapman, mendirikan rumah produksi Miramax pada akhir tahun 1970an dengan kakaknya, dan kemudian menjualnya ke Disney.

Pasangan ini kemudian mendirikan perusahaan bernama The Weinstein Company dan memproduksi film-film terkenal seperti Django Unchained, Lion dan The Butler. (red3)

Komentar