Di Mata Teman Kuliah Program Doktor Unhas, IYL Aktif Diskusi

0
50
Iyl di Kajang
Suasana keakraban Ichsan Yasin Limpo (IYL) dengan teman semasa Kuliah saat berada di kawasan Amma Toa Kajang Bulukumba

MAKASSAR,PORTALMAKASSAR.COM – Ichsan Yasin Limpo (IYL) boleh saja dipersepsikan sebagai figur yang tegas dan komitmen. Tetapi dibalik sikap itu, kandidat doktor bidang hukum di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar ini, justru punya sisi humanis, peduli dan tidak membeda-bedakan orang.

Setidaknya, itu dirasakan sejumlah teman kuliah alumni terbaik Lemhanas ini di Program Doktoral Pasca Sarjana Universitas Hasanuddin, semenjak IYL melanjutkan pendidikannya di kampus merah tersebut selama dua tahun terakhir.

“Beliau (IYL) aktif bertanya dan diskusi baik di ruangan, maupun ketika lagi bersantai bersama teman-teman kuliah,” sebut Ketua Kelas di PPS Fakultas Hukum Unhas, Makkah, saat ditanya tentang IYL, Senin (09/10/2017) malam.

Selain aktif berdiskusi, Makkah yang berprofesi sebagai advokat juga mengakui jika IYL bukan tipikal pejabat yang sekadar mengejar gelar akademik semata. Lebih dari itu, benar-benar mendalami setiap pengetahuan. Bahkan jika tak masuk di akalnya, IYL berusaha menggali berbagai referensi. Termasuk semenjak kuliah, ia tergolong sangat rajin.

“Awalnya kami sungkan, karena biar bagaimana pun beliau waktu di awal adalah pejabat negara. Tapi ternyata, orangnya sangat asyik ditemani. Beliau juga sangat peduli dan tidak membeda-bedakan teman kuliahnya,” tambah Makkah.

Senada ikut disampaikan mahasiswa lainnya, Wati. Perempuan yang berprofesi sebagai dosen hukum di salah satu perguruan tinggi swasta tersebut, juga mengakui IYL punya pembeda. Di samping aktif berdiskusi, Punggawa julukan yang disematkan ke IYL, juga tak memasang jarak. Semua ditempatkan sebagai teman, termasuk dirinya yang dari segi umur sangat jauh lebih muda dibanding pelopor pendidikan gratis tersebut.

“Mungkin karena keakraban itu, kami merasa sangat nyaman berinteraksi dengan beliau. Teman-teman kuliah, sangat jarang menyapa dengan sebutan Pak. Kita kadang menyapanya, kanda atau kak. Dan beliau tak pernah risih soal itu. Saya juga banyak mendapat pengalaman dari beliau,” kata Wati.

Keakraban IYL dengan teman kuliahnya, termasuk dengan dosennya tercermin dari berbagai kesempatan, baik kala IYL berada di kampus, maupun ketika mengajak bersantai di luar kampus.

Seperti saat sejumlah teman kuliahnya ikut menemani IYL ke Kajang, Bulukumba, belum lama ini.

Tawa dan canda, setiap kali terdengar di atas kendaraan yang ditumpangi bersama teman kuliahnya dari berbagai latar belakang profesi.

Mulai dari akademisi, pengusaha, dokter, pengacara, maupun wiraswasta. Begitu pun saat beristirahat sejenak di salah satu penjual jagung di Takalar, mereka berbaur penuh keakraban tanpa ada sekat. (ril/red2)

Komentar