Saat Pasang Oksigen, Dokter Sebut Sempat ada Respon Choirul Huda, Tapi…

Saat Pasang Oksigen, Dokter Sebut Sempat ada Respon Choirul Huda, Tapi…

246
Choirul Huda.

LAMONGAN, PORTALMAKASSAR.COM – Kiper Persela Lamongan, Choirul Huda menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD dr Soegiri pada Minggu (15/10/2017).

Nyawanya tak terselamatkan usai mengalami benturan saat bertanding melawan Semen Padang di Stadion Surajaya dengan kemenangan Persela 2-0.

Choirul Huda berbenturan dengan rekan setimnya, Ramon Rodrigues De Mesquita saat hendak mengamankan bola dari Marcel Sacramento. Dia langsung mendapat pertolongan dari tim medis, sampai akhirnya dibawa ke rumah sakit.

Setiba di rumah sakit, Choirul Huda mendapatkan perawatan gawat darurat. Namun sayang, tak berselang lama, kiper berusia 38 tahun itu meninggal.

Dokter Andri Nugoroho, selaku Kepala Unit Instalasi Gawat Darurat RSUD dr Soegiri menuturkan, meninggalnya Choirul kemungkinan akibat trauma pada dada, kepala, dan leher. Hal itu disebabkan karena adanya benturan di dada dan rahangnya.

“Sesuai analisa awal benturan ada di dada dan rahang bawah. Ada kemungkinan trauma dada, trauma kepala dan trauma leher. Di dalam tulang leher itu ada sumsum tulang yang menghubungkan batang otak,” tutur Andri seperti dikutip di viva.co.id.

“Di batang otak itu ada pusat-pusat semua organ vital, pusat denyut jantung dan napas. Mungkin itu yang menyebabkan Choirul Huda henti jantung dan henti napas,” imbuhnya.

Andri mengaku pihaknya sudah berusaha 100 persen untuk memberi pertolongan kepada Choirul Huda. Mereka memasang alat bantu napas agar oksigen bisa langsung masuk ke paru-paru.

“Dengan itu kita harapkan kita melakukan pompa otak sama jantung. Sempat ada respons dari Choirul Huda dengan adanya gambaran kulit memerah, tetapi kondisinya tetap semakin menurun. Pompa jantung dan otak itu dilakukan selama 1 jam tidak ada respons,” tuturnya. (red3)

 

Komentar