Warga Gontang Tanjung Merdeka Ubah Enceng Gondok Jadi Barang Kerajinan

Warga Gontang Tanjung Merdeka Ubah Enceng Gondok Jadi Barang Kerajinan

51

MAKASSAR, PORTALMAKASSAR.COM – Pemerintah Kelurahan Tanjung Mardeka bekerjasama dengan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Tanjung Mardeka dan Program “KOTAKU” menggelar program pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat membuat tempat tisu dan tikar dengan bahan dasar enceng gondok.

Pelatihan di gelar di kantor sekretariat BKM Sipakatau kampung Lette Kelurahan Tanjung Mardeka Kecamatan Tamalate Kota Makassar, Sabtu (15/10/2017) kemarin.

Camat Tamalate H. Hasan Sulaiman sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan peningkatan keterampilan tersebut.

“Apalagi bahan dasarnya dari enceng gondok,” kata Hasan.

Hasan mengungkapkan, enceng gondok yang terdapat di sepanjang Sungai Jeneberang dan Danau Tanjung Bunga jumlahnya sangat melimpah merupakan karunia Tuhan yang seharusnya patut di syukuri.

Walaupun dalam satu sisi enceng gondok memang menjadi beban tersendiri bagi saluran air dan ekosistem di dalamnya.

“Untuk menekan tumbuh kembangnya, salah satu jalan keluarnya adalah melibatkan masyarakat umum dalam penanganan enceng gondok melalui sosialisasi, dan pelatihan tentang manfaat dari enceng gondok itu sendiri, dan menjadikan enceng gondok sebagai komoditas kerajinan,” tutur Hasan.

Salah satu kampung di Tanjung Mardeka di daerah Gontang, sudah melakukan ubah manfaat enceng gondok sebagai komoditas kerajinan.

Dengan kreatifitasnya para warga Gontang mampu mengubah enceng gondok menjadi barang – barang kerajinan yang mampu memberikan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Barang kerajinan tersebut adalah tas, taplak meja, hiasan dinding, sandal, tempat tissue, tikar, bantal kursi, dan lainnya.

Para warga masyarakat tersebut sudah melakukan ubah manfaat enceng gondok yang luar biasa yang menjadi inspirasi bagi warga masyarakat sekitar, ungkapnya.

“Dengan sering melakukan pelatihan serta berinovasi, akan terbentuk hubungan ekonomi yang sangat baik antara pemerintah, masyarakat dan lingkungan, serta manfaatnya pun akan kembali pada kita semua,” tutup Hasan. (ril)

Komentar