Densus 88 Tangkap Terduga Kasus Bom Gubernur Sulsel di Lutim

127
Densus 88 AT
Ilustrasi Densu 88 AT saat melakukan penangkapan pelaku Terorisme

MAKASSAR,PORTALMAKASSAR.COM – Densus 88/Anti Teror menggelar operasi penindakan serentak yang dilakukan di beberapa tempat, Selasa (24/10/17). Hasilnya, salah seorang terduga kasus bom Gubernur Sulsel berhasil ditangkap.

Operasi pertama tersebut digelar di Sulawesi Selatan (Sulsel), tepatnya di Desa Timampu, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur sekitar jam 07.04 Wita. Aparat menangkap Bakri alias Bakri Baroncong alias Aslam alias Pak Nurul, kelahiran Makassar, 19 Mei 1975. Pelaku yang merupakan warga Kampung Katimbang Kelurahan Paccerakkang kota Makassar saat di tangkap beralamat di Asrama Ponpes Darul Hijrah, Desa Timampu, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur.

Pelaku ditangkap karena kasus bom Gubernur Sulawesi Selatan pada tahun 2012.

” Densus 88 Anti Teror berhasil menangkap terduga kasus bom Gubernur Sulsel pada tahun 2012 yakni Bakri alias Bakri Baroncong alias Aslam alias Pak Nurul di Luwu Timur. Bersama Bakri juga diamankan Rahma alias Mamak Nurul yang merupakan istri pelaku dan telah menjadi DPO sejak tahun 2013 dan akan dibawa ke Mabes Polri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut” ucap Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani,melalui WhatsApp, Selasa petang.

Sebagaimana diketahui, Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 11 November 2012. Saat itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo tengah berpidato di panggung di depan Monumen Mandala Pembebasan Irian Barat di Jalan Jenderal Sudirman, Makassar. Yasin Limpo berpidato dalam acara jalan santai yang diikuti ribuan warga untuk memperingati HUT ke-48 Partai Golkar.

Pelaku melempar bom ke arah Syahrul Yasin Limpo, tetapi gagal meledak karena hanya disulut dengan api. Sesaat setelah kejadian, salah seorang pelaku, yakni Awaluddin Nasir berhasil ditangkap masyarakat dan diamankan polisi. Selain bom rakitan, dari tangan pelaku juga disita pistol revolver berisi lima butir peluru kaliber 38 tanpa seri, sementara pelaku lainnya berhasil kabur dan menjadi DPO hingga akhirnya ditangkap pada Selasa pagi. (red2)

Komentar