Empat Perusak Hutan Lindung di Soppeng di Gelandang ke Gakkum KLHK

Empat Perusak Hutan Lindung di Soppeng di Gelandang ke Gakkum KLHK

90

SOPPENG, PORTALMAKASSAR.COM – Belum menikmati hasil, empat orang pelaku illegal logging dan perusak hutan lindung di Desa Umpungeng dan Mattabulu, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng di gelandang ke Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum (BPPH) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah III Sulawesi.

Menyusul dengan sejumlah barang bukti, pohon cengkeh siap tanam, 8 buah golok (Parang), 4 cangkul kecil, potongan kayu hasil illegal logging. Berikut 1 unit mesin pemotong kayu (Chainsaw) yang mereka gunakan bekerja secara terstruktur demi tujuan komersil.

“Dari operasi pengamanan hutan melibatkan Polres Soppeng, Kodim 1423, Balai Pemantapan Kawasan Hutan KLHK, Dinas Kehutanan Sulsel, dan Sporc Brigade Anoa Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi. Empat orang tersangka dan barang buktinya, saat ini kita proses untuk penyidikan lebih lanjut,” kata Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah III Sulawesi, Muh Nur, Selasa 24 Oktober 2017.

Menurut Muh Nur, saat penangkapan dilokasi kejadian, Minggu (22/10/2017), ke-empat tersangka tidak melakukan perlawanan. Sehingga tidak menyulitkan tim gabungan ketika
menerobos kawasan hutan lindung di Desa Umpungeng dan Mattabulu.

“Mereka ini diantaranya SA, AM, SM dan JK sengaja merambah, merusak hasil hutan dan akan mengubah fungsi hutan dengan menanam cengkeh. Dan sangat jelas aksi mereka itu terstruktur untuk kepentingan komersil.

Untuk itu dalam rangka mempertegas proses penyelidikan dan penyidikan. Mereka ini jelas melanggar tindak pidana kehutanan sesuai UU 41 tahun 1999 tentang Kehutanan dan UU 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan,”Muh Nur memungkasi. (red1)

Komentar