UKM LDK MPM Asy-Syabab UPRI Makassar, Mengabdi untuk Masyarakat

10
UKM UPRI
UKM LDK MPM Asy-Syabab UPRI Makassar membuat suatu program yakni ; membantu pengajarkan Al-quran pada TPA sekitar kampus

MAKASSAR,PORTALMAKASSAR.COM – Pengabdian merupakan kewajiban akademik sebagai wujud tanggung jawab atas Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tujuannya adalah : secara kelembagaan, masyarakat akan melihat UKM sebagai lembaga kemahasiswaan yang memiliki kepedulian dalam pengabdian kepada masyarakat dengan keilmuan yang dimiliki.

Akmal abidal selaku ketua UKM LDK MPM Asy-Syabab Universitas Pejuang RI Makassar membuat suatu program yakni ; membantu pengajarkan Al-quran pada TPA sekitar kampus.

“kami memilih untuk mengajar di TPA Umar Bin Khattab kerena yang pertama ; lokasinya memang didepan kampus UPRI makassar tepatnya dimasjid Umar Bin Khattab dan yang kedua ; Ustadz kamal selaku pembina TPA kewalahan dalam membina mengajarkan Al-quran kepada santri/santriwati yang jumlahnya +- 100 orang.” Tegas Akmal

Lanjutnya, “ini kami lakukan semata-mata sebagai pengabdian kami kepada masyarakat khususnya disekitaran kampus kami.”

Ustadz Kamal selaku pembina TPA Umar Bin Khattab juga terasa sangat terbantu dengan adanya mahasiswa yang mau mengabdikan diri untuk mengajarkan Al-quran.

“Kami senang dan sangat terasa terbantu dengan adanya mahasiswa yang masih mau membantu kami untuk mendidik santri/santriwati dalam memahami Al-quran diTPA Umar Bin Khattab, apalagi kami masih memiliki jumlah pendidik yang masih sedikit”. Ujar kak Kamal (panggilan sapaannya).

Pihak Birokrasi kampuspun sangat mendukung kegiatan UKM LDK MPM Asy-Syabab ini terkhusus Wakil Rektor III Universitas Pejuang RI Makassar selaku pembina setiap UKM dikampus UPRI Makassar.

“Kami selalu mendorong setiap UKM yang ada dikampus ini agar melakukan kegiatan yang bentuknya pengabdian kepada masyarakat, dan Alhamdulillah UKM LDK MPM Asy-Syabab mau menjalankan amanah ini.” Ujar Andi Alim Bagu SE., SKM., M.Kes selaku Wakil Rektor III Universitas Pejuang RI Makassar. (red2)

Citizen : endi suhendrik

Komentar