Aman! IYL-Cakka Kini Punya Modal 18 Kursi

Aman! IYL-Cakka Kini Punya Modal 18 Kursi

11
Sekjend DPP Partai Demokrat menyerahkan surat tugas ke Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni'matullah untuk diserahkan ke IYL Cakka, di Markas DPP di Jakarta, Rabu (1/11/2017). (ist)
Sekjend DPP Partai Demokrat menyerahkan surat tugas ke Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni'matullah untuk diserahkan ke IYL Cakka, di Markas DPP di Jakarta, Rabu (1/11/2017). (ist)

MAKASSAR,PORTALMAKASSAR.COM – Pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) membuktikan kepiawaian berpolitiknya. Di saat ada usaha pihak tertentu yang ingin menjegalnya, “Mr Komitmen” ini justru tetap mengamankan dukungan parpol.

Kini, Punggawa Macakka bisa bernafas lega. Pasalnya, modal kursi dukungan yang berada dalam genggaman pasangan ini melebihi syarat yang ditetapkan KPU untuk mendaftar, minimal 17 kursi.

Jika IYL-Cakka maju melalui parpol, maka gabungan kursi yang dimiliki untuk sementara, yakni 18 kursi. Sebab selain Demokrat yang memegang 11 kursi di DPRD Sulsel, PPP yang mendudukkan 7 kadernya sebagai legislator, lebih awal “pasang badan” di pasangan yang dikenal tegas dan konsisten tersebut.

Modal kursi 18 ini, disebut-sebut masih memungkinkan bertambah. Mengingat, PAN yang memiliki 9 kursi, sejauh ini belum memfinalkan siapa pasangan jagoannya, apakah tetap di IYL-Cakka atau NA-ASS.

Apalagi sebelumnya, baik DPP maupun DPW PAN memberi kesempatan ke IYL-Cakka mencari tambahan parpol untuk mencukupkan koalisi. Sehingga dengan bergabungnya Demokrat, PAN berpeluang kembali ke “rumah kita”.

“Dari awal memang kita sangat yakin bahwa IYL-Cakka akan mendapat tambahan dukungan parpol. Pertimbangannya, selain hasil survei, integritas keduanya tidak diragukan,” kata Wakil Ketua Umum DPP PPP, Amir Uskara.

Sekadar diketahui dari berbagai hasil survei dari lembaga profesional, pasangan yang masing-masing punya pengalaman dua periode menjabat bupati ini, posisinya berada di atas. Bahkan bocoran salah satu lembaga nasional, duet ini mengungguli kandidat lain yang sejak dulu melakukan sosialisasi.

Selain hasil survei, komitmen kedua pasangan ini patut diacungi jempol. Betapa tidak, di saat ada upaya pihak tertentu yang ingin menjegalnya, juga tidak sedikit elit politik yang memanfaatkan untuk merayu IYL mengikuti jejak NA mengganti Tanribali Lamo.

Hanya saja, Punggawa, julukan yang disematkan ke IYL, justru tak bergeming sedikit pun. Malah IYL memilih tidak maju jika harus meninggalkan Cakka. Sebab baginya, itu adalah harga diri yang harus dipertahankan. (red2)

Komentar