PLN Sulserabar Beri Kado Terindah Bagi 6 Desa Ini

PLN Sulserabar Beri Kado Terindah Bagi 6 Desa Ini

14
Peresmian 6 listrik desa dilaksanakan di Desa Bonto Manurung, Kec. Tompobulu, Kab. Maros, Kamis (2/11/2017).
Peresmian 6 listrik desa dilaksanakan di Desa Bonto Manurung, Kec. Tompobulu, Kab. Maros, Kamis (2/11/2017).

MAROS, PORTALMAKASSAR.COM – PT PLN (Persero) Wilayah Sulselrabar terus menggenjot program listrik desa dengan kembali memberikan kado terindah bagi enam desa yaitu :

· Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros
· Desa Labuaja, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros
· Desa Timpuseng, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros
· Desa Cempaniga, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros
· Desa Mandalle, Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkep
· Desa Bulo-bulo, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru

Peresmian 6 listrik desa tersebut dilaksanakan di Desa Bonto Manurung, Kec. Tompobulu, Kab. Maros, Kamis (2/11/2017). Proyek listrik desa tersebut awalnya direncanakan dalam waktu 90 hari, namun PLN mampu menyelesaikan dengan melampaui target yang ditentukan yaitu dalam waktu 45 hari.

Seperti yang dikutip di fb LPN Wilayah Sulselrabar, Enam desa tersebut terlistriki dengan jaringan tegangan menengah 20 KV sepanjang 17,3 kms dan jaringan tegangan rendah sepanjang 13 kms. Total daya yang dialirkan adalah sebesar 425 kVA untuk melistriki dusun tersebut. Total calon pelanggan yang menggunakan listrik adalah 412 pelanggan.

Tidaklah mudah untuk melistriki desa di 6 lokasi berbeda, lokasi desa yang rata-rata berada di daerah perbukitan membuat pegawai PLN kesulitan untuk mengakses daerah tersebut. Pegawai PLN menempuh medan yang tidak mudah karena terjal dan jalan berbatu serta berlumpur. Ditambah lagi, jaringan yang melewati perkebunan atau pohon produktif membuat pegawai PLN berjuang ekstra agar bisa membangun jaringan listrik di desa tersebut dan mampu menerangi desa tersebut.

Saat peresmian General Manager PLN Wilayah Sulselrabar Bob Saril, menunjukan rasa syukur atas proyek 6 listrik desa tersebut dapat selesai melampaui target berkat kerja keras seluruh masyarakat beserta dengan PLN. Bob Saril memamparkan bahwa 3 tahun pemerintahan Jokowi dan JK ada program 35.000 MW untuk pesisir, perbatasan dan pedalaman.

“Ini tantangan kami agar semuanya sudah dapat menikmati listrik. Rasio Desa Berlistrik di Sulsel 98% dan rasio elektrifikasi 94%. Tantangan kami dalam melistriki desa adalah infrastruktur jalan dan pohon yang menghalangi jaringan,” katanya.

“Kami memohon dukungan masyarakat agar merelakan pohonnya. Saya mengucapkan terimakasih kepada Pemda, Ketua DPRD Maros, Dandim. Ini adalah hasil kerja bersama berkat bapak ibu bersama”, pungkas Bob Saril

Pada kesempatan yang sama Wakil Bupati Maros Drs. H. A. Harmil Mattotorang. MM menyampaikan terimakasih kepada PLN karena telah melistriki desa Bonto Mannurung ini. “Listrik bukan hanya memberikan penerangan tetapi juga memberikan kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup,” ucap Hamil Mattotorang.

Masyarakat Bonto Manurrung Syamsir mengucapkan terimakasih atas kerja PLN dan Pemda sehingga Bonto Manurrung bersinar. “Saya terkejut karena target penyelesaian proyek 4 bulan tetapi dapat diselesaikan 2 bulan oleh kerja sama PLN dan Pemda,” ujar Syamsir

PLN Wilayah Sulselrabar mencanangkan agar rasio desa berlistrik 100% di Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat rampung pada akhir tahun 2018. PLN berkomitmen akan terus bekerja untuk mewujudkan mimpi masyarakat desa yang belum berlistrik demi meningkatkan taraf ekonomi. Bekerja Bersama Terangi Indonesia menjadi ikrar PLN demi melistriki hingga ke pelosok Nusantara. (ril)

Komentar