Arqam Azikin : Peluang AAN Makin Tersudut dengan Majunya 3 Kandidat Bakal...

Arqam Azikin : Peluang AAN Makin Tersudut dengan Majunya 3 Kandidat Bakal Calon Gubernur Sulsel

13
Arqam Azikin
Pengamat Politik Unismuh Arqam Azikin

MAKASSAR, PORTALMAKASSAR.COM – Pengamat Politik Unismuh, Arqam Azikin, mengatakan saat ini terdapat tiga kandidat bakal calon yang memastikan diri untuk maju pada Pilgub Sulsel 2018 medatang, Nurdin Halid (NH), Nurdin Abdullah (NA), Ichsan Yasin Limpo (IYL).

Namun Agus Arifin Nu’ mang (AAN) yang sebelumnya juga mempunyai keinginan untuk maju masih dalam keadaan terhambat dari pencalonan Pilgub Sulawesi Selatan akibat belum memenuhi kuota 17 kursi partai pendukung.

Hal tersebut dikatakan oleh Arqam Azikin saat ditemui di Jl. Topaz Raya No 5, Masale, Kecamatan Panakukang, Warkop Dottoro Topaz, Jumat (3/11/2017).

“Iya, terhambat dia ( Agus Arifin Nu’mang, Red) menjadi calon gubernur karena Partai Gerindra ternyata tidak mendukung pak Agus sementara pak Agus kan adalah kader Partai Gerindra yang sekarang posisinya sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Selata. Dan dengan adanya simulasi politik yang berasal dari pusat yang membuat pak Agus sulit mendapatkan 17 kursi karena Gerindra sendiri sebagai partainya keluar dari proses pencalonan Gubernur ” ungkapnya.

Sebagai Pengamat dan Analisis Politik, ia telah melihat dari 3/4 bulan yang lalu tanda-tanda Agus Arifin Nu’mang (AAN) bakal maju sebagai calon gubernur berikutnya apabila semua partai-partai di Sulsel tidak dalam tekanan pusat.

“Pak Agus Arifin ini kan kalau kita lihat tanda-tandanya kemarin sudah bisa jadi Calon Gubernur , jadi saya juga kemarin tiga-empat bulan yang lalu kita masih prediksi kalau semua partai-partai tidak dalam tekanan pusat sebenarnya pak Agus ini lolos jadi calon Gubernur “Tutur Arqam Azikin.

Ia juga menanggapi agar kedepannya UU Pilkada perlu direvisi ulang, agar kandidat calon di Sulawesi Selatan dipilih berdasarkan keputusan DPD dan DPW masing-masing bukan berdasarkan keputusan DPP, dikarenakan DPD dan DPW yang lebih mengetahui mana calon yang pantas untuk maju.

“Menurut saya karena ini dimaknai seluruh pilkada Indonesia menjadi kebutuhan penting sebaiknya UU Pilkada direvisi ulang, jadi pemilihan Bupati, Walikota, dan Gubernur cukup sampai Provinsi dan daerah masing-masing saja, karena dia yang lebih tahu siapa yang lebih layak menjadi calon tidak usah sentralistik semua pada pusat. Kalau DPP biarkan mereka bermain pada wilayah calon Presiden dan Wakil Presiden jadi menurut saya porsinya sudah ada”. pungkasnya (cr3/red2)

Komentar