Komunitas Sikola Inspirasi Alam Konsisten Membangun Pendidikan di Daerah Pedalaman

Komunitas Sikola Inspirasi Alam Konsisten Membangun Pendidikan di Daerah Pedalaman

29
sia
Komunitas Sikola Inspirasi Alam Konsisten Membangun Pendidikan di Daerah Pedalaman

MAROS,PORTALMAKASSAR.COM – Komunitas Sikola Inspirasi Alam (SIA) yang merupakan komunitas kesukarelawanan yang bertujuan untuk membangun pendidikan di daerah terpencil/pedalaman kembali akan mengadakan kegiatan mengajar, bermain dan berbagi bersama anak-anak Dusun Cindakko, Desa Bonto Samba, Kecamatan Tompo Bulu, Kabupaten Maros.

Relawan terdiri dari beberapa anak muda Kota Makassar yang tertarik pada pendidikan di daerah pedalaman, sehat jasmani dan rohani, serta siap fisik dan mental.

Saat ini komunitas SIA yang berdiri pada tanggal 02 Mei 2017 ini masih menerima pendaftaran relawan sampai tanggal 05 November 2017.

Menurut Satriani Mulyadi, Kepala Sikola Inspirasi Alam, kegiatan ini hadir demi memperjuangkan hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, bersama-sama menjaga alam, dan tentunya program positif ini merupakan amal jariah bagi para relawan.

Ada 4 kelas dalam komunitas SIA. Yaitu Kelas kreatif, kelas inspirasi alam, kelas agama, dan kelas formal. Sampai saat ini persiapan terus dilakukan demi kelancaran kegiatan. Seperti pembagian PJ, Persiapan materi, merancang metode mengajar, micro teaching, dan berbagai persiapan lainnnya menjelang pemberangkatan pada tanggal 16-19 November mendatang.

“Masih banyak sekolah-sekolah yang membutuhkan kemampuan dari teman-teman yang mempunyai ilmu. Kami melakukan ini bukan karena kritik terhadap pemerintah. Tetapi kami mencoba saling membantu. Apa yang bisa kita lakukan, lakukan saja. Kalau kita bisa sampai ke daerah pedalaman untuk mengajar, kenapa tidak ?” Ungkapnya Jumat (03/11/107).

Kepala Sikola inspirasi alam berharap agar pemerintah terus mendukung komunitas ini untuk tetap konsisten membangun pendidikan di daerah pedalaman. Untuk pendaftaran relawan dapat diakses di http://bit.ly/relawansia (cr5/red2)

Komentar