Program PELOR Kecamatan Rappocini Sita Perhatian Peserta Bimtek Sombere’ & Smart City...

Program PELOR Kecamatan Rappocini Sita Perhatian Peserta Bimtek Sombere’ & Smart City Kominfo

21
Staf Kecamatan Rappocini mengoperasikan Pelor menjemput "bola" ke masyarakat. Ist

MAKASSAR, PORTALMAKASSAR.COM – Camat Rappocini, Dr Hamri Haiya presentase program-program unggulan Kecamatan Rappocini pada kegiatan bimbingan teknis (bimtek) ke-IV, di Hotel Ramedo, Jumat (3/11/2017).

Bimtek ini kerja sama Kementrian Komunikasi dan Informatika RI dan Dinas Kominfo Kota Makassar.

Dari sekian program yang telah berjalan, Program Pelor (pelayanan motor lorong) yang menjadi perhatian para peserta yang hadir di acara ini.

Pelor merupakan satu dari sekian inovasi yang dilucurkan Hamri Haiya selama memimpin Kecamatan Rappocini.

Awalnya motor ini diperuntukan sebagai motor dinas para lurah, namun dengan ‘tangan dingin’ Hamri Haiya, motor yang berjumlah 11 unit dijadikan Pelor.

Terbukti, para lurah mengapresiasi inovasi tersebut dan menyediakan pelor disetiap kelurahannya.

“Alhamdulillah semua lurah menyetujui, karena ini memberikan menfaat bagi masyarakat dengan peningkatan pelayanan,” kata Hamri.

Camat Rappocini presentase program.

Dengan pelor, warga cukup menelepon nomor pelayanan setiap kelurahan, dan berkas administrasi akan dijemput.

“Kita berikan pilihan kepada masyarakat dengan menghilangkan monopoli pelayanan. Karena esensinya, kita pelayan masyarakat,” pungkas Hamri.

Bimtek sudah 30 besar dan memasuki 10 besar inovasi dari setiap SKPD.

Kegiatan bimtek Master Plan Makassar Sombere dan Smart City, sebelumnya dibuka oleh Plt Sekda kota Makassar H. Baso Amiruddin, Kamis (2/11) kemarin.

Baso Amiruddin menjelaskan bahwa Pembangunan Smart City tidak sekedar mengedapankan efisiensi birokrasi dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) namun juga bagaimana membangun masyarakat dengan menjadikan infrastruktur dan sarana TIK sebagai faktor pendukung atau enabler.

“Pengembangkan Smart City di kota Makassar bukan hanya, dengan menjadikan IT dan solusi tehnologi sebagai tujuan akhir. Melainkan harus Iebih fokus kepada inovasi dan terobosan untuk menyelesaikan masalah prioritas dan mengembangkan sektor unggulan daerah,” jelasnya dihadapan peserta bimbingan tehnis

“Data base yang terintegrasi, dan kolaboratif antar sektor . Tentu saja, akan menciptakan pembangunan berbasis smart city secara simultan yang bisa menghasilkan Smart People dan Smart Society,” ungkap Baso Amiruddin.

Dia menambahkan Program Makassar Smart City adalah merupakan program solutif untuk menjadikan Makassar 2x+baik dengan tagline Sombere dan Smart City.

“Sombere adalah kearifan lokal Makassar yang berarti hospitality, keramahan, yang menjadi pencerminan karakter warga kota Makassar,” terangnya. (red3)

Komentar