Muktamar As’adiyah, Ini Tulisan Mengharukan Mantan Bupati Wajo Amran Mahmud

Muktamar As’adiyah, Ini Tulisan Mengharukan Mantan Bupati Wajo Amran Mahmud

32

MANTAN Wakil Bupati Wajo Dr H Amran Mahmud menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang tinggi ke keluarga besar Pondok Pesantren As’adiyah Wajo yang hari ini, Sabtu (11/11/2017) menggelar hajatan Muktamar ke XIV di Asrama Haji, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Amran yang juga tercatat sebagai dosen di Institut Agama Islam (IAI) As’adiyah, Sengkang, merasa turut berutang budi dengan keberadaan pondok pesantren tertua di Sulsel ini. Sebab kehadirannya, syiar agama Islam terus membumi, sekaligus sangat berperan besar menjadikan Wajo pada khususnya sebagai kabupaten relegius.

Secara khusus, Amran yang kini maju mewakafkan diri sebagai kandidat bupati di Pilkada Wajo 2018 mendatang, meluangkan waktu membuat tulisan sebagai ungkapan rasa terima kasih dan penghargaannya kepada As’adiyah. Berikut tulisannya yang diterima redaksi:

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pertama-tama, izinkan saya secara pribadi, menyampaikan selamat dan sukses atas pelaksanaan Muktamar As’adiyah ke XIV di Balikpapan, 11-13 November 2017.

Sungguh, saya ikut merasakan suasana kebhatinan, kebersamaan, kebahagiaan, dan antusiasme para muktamirin keluarga besar As’adiyah se-Indonesia yang berbondong-bondong menghadiri Muktamar yang kali ini digelar di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Semangat dan antusiasme para muktamirin, dan para alumni As’adiyah menjadi salah satu bukti betapa lembaga pendidikan agama Islam ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari bangsa dan agama. Dan kita patut berbangga untuk itu.

Melalui Muktamar yang dihadiri ribuan peserta dan penggembira, tentu kita menitip dan menaruh harapan besar, kiranya As’adiyah yang namanya sungguh amat megah, dan baunya tercium dari segala arah, seperti yang terurai di Mars As’adiyah, bisa menghasilkan berbagai kesepakatan dan rumusan program yang muaranya pada peningkatan syiar Islam.

Memang kita tak bisa menghindar dari berbagai tantangan global kedepannya, tetapi As’adiyah harus tetap tampil terdepan untuk membangun karakter generasi melalui pendidikan kader dan keulamaan. Apalagi, As’adiyah sudah lama melakukan itu, dan dampaknya bisa dirasakan oleh masyarakat. Bukan hanya di Wajo, tapi juga di daerah lainnya di Sulsel, termasuk di Indonesia.

As’adiyah harus kita jaga dan bentengi bersama, karena atas amal usaha yang dilakukan selama ini, ikut memberikan peran dan konstribusi besar dalam pengembangan pendidikan dan keagamaan di Sulawesi Selatan.

Melalui tulisan ini, izinkan juga saya menyampaikan beribu terima kasih kepada para gurutta dan keluarga besar As’adiyah, terkhusus ke Anre Gurutta H.M.As’ad (Gurutta Sade) atas dedikasi dan pengabdiannya menjalankan syiar Islam di Kabupaten Wajo.

Tak terbayang seperti apa jadinya Wajo, dan Sulsel pada umumnya jika Gurutta Sade memilih untuk tetap tinggal di Mekkah. Berkat gurutta dan para santrinya, disertai ridho Sang Khalik, perubahan besar tentang keagamaan di Sulsel bisa kita rasakan hingga saat ini. Dan kita tahu, perjuangan beliau tak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak tantangan dan cercaan yang dihadapinya kala itu.

Olehnya itu, perjuangan dan semangat gurutta menjalankan syiar Islam tak boleh kendor. Kita harus bersama menjaga, merawatnya, sekaligus memastikan As’adiyah tidak berjalan di tempat. Dan itu tanggung jawab kita bersama.

Sekali lagi, selamat dan sukses atas pelaksanaan Muktamar As’adiyah ke XIV. Terima kasih dan kami bangga dengan As’adiyah!

Balikpapan, 11 November 2017

Dr H Amran Mahmud

Komentar