Pihak PD Pasar Tiada Henti Lakukan Relokasi Pasar

Pihak PD Pasar Tiada Henti Lakukan Relokasi Pasar

23
Relokasi Lapak Pedagang Pasar Sentral
Relokasi Lapak Pedagang Pasar Sentral Terhambat Persoalan Harga

PORTALMAKASSAR.com– Pemerintah Kota Makassar melalui Perushaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya terus berupaya untuk melakukan relokasi pedangang pasar sentral.

Menurut Dirut PD Pasar Makassar Nuryanto G Liwang mengatakan pihaknya terus akan melakukan relokasi di mana relokasi ini diprioritaskan terhadap pedagang di sepanjang Jalan KH Agus Salim.

“Yang menjadi prioritas untuk direlokasi yakni sepanjang Jalan KH. Agus Salim dan lods yang kosong itu sudah pasti direlokasi, untuk waktu relokasi, secara keseluruhan kami tidak memastikan, yang pastinya pedagang kaki lima dan pedagang resmi tetap direlokasi,” ungkap Nuryanto G Liwang di sela-sela pembokaran loads Jalan KH Agus Salim, Senin (13/11/2017).

Kendati pasukan pengamanan yang terdiri atas 150 personil dari Polres Pelabuhan dan jajaran, serta 115 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan dua unit mobil Pemadam Kebakaran

Lebih lanjut Nuryanto G Liwang mengatakan bahwa jumlah pedagang resmi yang ada di sepanjang Jalan KH. Agus Salim yakni sebanyak 14 selebihnya itu pedagang kaki lima,

“Pedagang ini kami sudah diarahkan, untuk pedagang resmi diarahkan di New Makassar Mall, sedangkan pedagang kaki lima kami arahkan di tempat penampungan eks blok B dengan total secara kesekuruhan 163,”ungkapnya.

Ia juga mengaku yang menjadi permasalahan selama ini adalah harga loads yang telah disediakan di New Makassar Mall, untuk itu misalnya kalau pedagang menganggap bahwa harga yang telah ditetapkan terlalu mahal silahkan surati Badan Pengawasan dan Pembangunan (BPKP) wajar atau tidak.

“Kalau misalnya pedagang menganggap harga yang telah ditetapkan terlalu mahal, harus menempuh seperti bulan lalu surati BPKP wajar atau tidak, kalau tidak wajar berarti MTIR harus mengevaluasi harga yang telah ditetapkan,” ungkapnya.

Kemudian Nuryanto G Liwang menambahkan bahwa harga loads yang telah ditetapkan sesuai dengan Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan Dirut PD Pasar sebelumnya dengan Nomor SK : 900/328/KEP/PD.PSR/2017 yaitu sebesar Rp. 42.158.624.02,- per meter dengan rincian biaya pembangunan sebesar Rp. 33.326.975.51, PPn sebesar 10% atau Rp. 3.332.697.55, PPh sebesar 1.50% atau Rp. 499.90463, sementara untuk Biaya umum sebesar 5% atau Rp. 1.666.348.78, dan biaya marketing sebesar Rp. 10 atau Rp. 3. 332.697.55.

Dan tambahannya tergantung dengan lokasi dan nanti misalnya pedagang tidak menyepakati silahkan pedagang surati BPKP untuk melakukan audit.

“Saya kira hanya ini yang bisa yang
di tempuh untuk menyelesaikan persoalan ini,” tandasnya. (hamzah/red2).

Komentar