PKB Sulsel Rilis 11 Balon Bupati/Walikota Yang Diusung di Pilkada Serentak 2018

PKB Sulsel Rilis 11 Balon Bupati/Walikota Yang Diusung di Pilkada Serentak 2018

37
Ketua PKB Sulsel, Azhar Arsyad (tengah). (Foto/Muh Aidil)

PORTALMAKASSAR.com – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), telah memilih beberapa calon yang terlibat dalam Pilkada di beberapa daerah kabupaten se-Sulawesi Selatan untuk diberikan Surat dukungan.

Ketua DPW PKB Sulsel, H. Azhar Arsyad, SH, mengatakan, akan menyerahkan rekomendasi PKB pada calon paling lambat minggu depan.

Namun yang sesuai dengan format pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan diserahkan pada pertengahan Desember mendatang.

“Minggu depan paling lambat sebenarnya, tapi ada beberapa itu sudah diterima cuma memang yang sesuai dengan format KPU kemungkinan Desember, karena ada beberapa misalnya seperti Bantaeng itukan baru sendirian Ilham Azikin Sholatan belum ada pasangannya jadi Desember itu kemudian dirapikan semuanya,” ucapnya di Kantor PKB Sulsel, Jl. Toddopuli Makassar, Selasa (14/11/2017).

Berikut 11 daftar bakal calon (balon) se-Sulsel yang diberikan rekomendasi dari PKB :

Sinjai – Andi Seto Gadhista Asapa, Jeneponto – Muh Syarif Patta, Bantaeng – Ilham Azikin Sholtan, Makassar – Moh Ramdhan “Danny” Pomanto, Luwu – Basmin Mattayang, Palopo – Judas Amir, Pinrang – Andi Irwan Hamid, Sidrap – Fatmawati Rusdi Masse, Parepare – Faisal Andi Sapada, Wajo – Andi Baso dan Bone – Andi Fashar Padjalangi.

Azhar Arsyad menambahkan, di Pilkada kali ini tekanananya jauh lebih keras, bahwa rekomendasi yang telah diberikan kepada calon dapat ditarik dan dipindahkan ke calon yang lain.

Itu dikatakan Azhar karena berkaca pada beberapa provinsi sekalipun belum terjadi di Sulsel dengan iming-iming fasilitas.

“Tapi sekali lagi saya mau bilang, tekanan Pilkada kali ini jauh lebih keras, artinya bahwa bukan tidak mungkin hari ini keluar rekomendasinya orang, bukan tidak mungkin itu bisa ditarik dan kemudian dipindahkan, jadi perpindahan rekomendasi itu bukan tidak mungkin sekalipun itu belum terjadi di Sulsel, karena saya melihat itu terjadi dibeberapa provinsi ada beberapa kabupaten yang sudah keluar rekomendasinya tapi upaya untuk memindahkan dengan iming-iming fasilitas atau iming-iming apa itu bisa saja terjadi, dengan drama-drama politik ini sangat mungkin terjadi sampai sekarang,” urainya.

Untuk PKB, lanjut Ketua Ketua DPW PKB Sulsel tersebut, lebih mengutamakan kader partai, namun sejauh ini ia melihat kader-kader yang ingin maju belum mempunyai percaya diri untuk memenangkan Pilkada dan penyebab perpindahan rekomendasi lebih mengarah ke birokrat elit dengan alasan kepentingan partai kedepannya.

“Kalau di PKB itukan sebenarnya pasti mengutamakan kader, tetapi Pilkada juga bukan sekedar maju tetapi juga mau menang, sejauh ini yang kita lihat kader-kader yang ada belum percaya diri, jadi kita pindah ke birokrat dengan harapan kalau dia terpilih bisa membantu atau membukakan ruang untuk kepentingan partai kedepan tapi dengan asumsi eliktbilitasnya bagus,” tutupnya. (CR3)

Komentar