Unasman Dukung Tamangalle Polman Jadi Desa Wisata

Unasman Dukung Tamangalle Polman Jadi Desa Wisata

31
Tamangngalle Polman
Workshop Karakter Masyarakat Desa Wisata Budaya Desa Tamangalle Polman

PORTALMAKASSAR.com– Desa Tamangalle sebagai desa binaan kampus Universitas Al-Asyariah Mandar (Unasman) Polman saat ini sedang berbenah diri menuju desa wisata.

Unasman sebagai mitra kerja utama dalam mewujudkan hal tersebut terus berupaya dalam mendesain Desa Tamangalle. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melaksanakan Workshop Karakter Masyarakat Desa Wisata Budaya.

Kegiatan ini dihadiri Rektor Unasman, Dr. Hj. Chuduriah Sahabuddin, M.Si berlangsung pada hari Kamis, 9 Nopember 2017 di Aula Pertemuan Desa Tamangalle. Demikian ditegaskan Diretur Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unasman, Basri, S.Kom., MT, kepada media di ruang kerjanya, Selasa (14/11/2017)/

Rektor Unasman, Chuduriah Sahabuddin menegaskan, Unasman telah berusaha menjadi menara air bagi masyarakat di sekitarnya, sebagaimana arahan Ibu Koordinator Kopertis Wil. IX Sulawesi.

Program desa binaan ini tentunya akan senantiasa tindaklanjuti dan dievaluasi bersama. Unsur pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama, kader potensial desa, serta aparat desa yang hadir tentun menjadi saksi bahwa Unasman bukanlah lembaga mitra yang NATO “Not Action Talk Only”, tanda doktor sosiologi PPS-UNM ini.

Kegiatan ini merupakan salah satu dari 15 program strategis LPPM Unasman dalam membantu langkah awal Desa Tamangalle sebagai desa Wisata. LPPM Unasman sebagai pelaksana teknis kerjasama ini menghadirkan Mas’ud Saleh yang juga tokoh pemuda sekaligus trainer nasional.

“Kami menghadirkan Kanda Mas’ud Saleh karena pengalaman dan penelitian serta jejak rekam beliau yang sangat cocok membantu berpikir dan mendesain Desa Tamangalle sebagai Desa Wisata” kata Basri, S.Kom., MT,

Ditambahnya, bahwa workshop karakter kita dahulukan agar SDM dan pola pikir masyarakat Desa Tamangalle terbentuk lebih awal sebelum melaksanakan program yang bersifat teknis dan fisik ke depannya.

Kegiatan berlangsung 2 jam ini, selain memberikan pemahaman karakter desa wisata kepada para tokoh masyarakat dan unsur aparat desa, juga ditutup dengan dibacakan 16 rekomendasi menu utama Desa Wisata di Tamangalle.

Model pemaparan yang sangat menarik perhatian peserta tersebut, juga menghasilkan langkah strategis dan langkah konret yang harus segera dilakukan untuk mempercepat Tamangalle sebagai Desa Wisata. (red2)

Citizen : nasrullah

Komentar