Keluarga Alm Zainal di Bulukumba: Stop Demo Terkait Anak Kami, Yang Demo...

Keluarga Alm Zainal di Bulukumba: Stop Demo Terkait Anak Kami, Yang Demo Bukan dari Pihak Keluarga

3682
Unras Mahasiswa Bulukumba
Solidaritas Mahasiswa Bulukumba melakukan aksi unjuk rasa di depan Mako Polda Sulsel, Kamis (16/11/17) menuntut Kematian Zainal Abidin korban dugaan penganiayaan oknum Satlantas Bulukumba

PORTALMAKASSAR.com – Kematian almarhum Zainal Abidin (19) yang diduga dianiaya oleh salah seorang oknum Satlantas Polres Bulukumba pada saat gelaran Ops Zebra 2017, Sabtu (04/11/17) lalu hingga hari ini masih menyisakan berbagai aksi demonstrasi yang dilakukan oleh elemen yang mengatasnamakan aliansi mahsiswa baik di Kota Makassar maupun di Kabupaten Bulukumba.

Namun, adanya aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Mahasiswa dan NGo di Makassar pada Kamis (16/11/17) siang tadi di depan Mako Polda Sulsel yang di pimpin oleh Korlap Jalil yang menuntut poin-poin diantaranya : (1) Mengevaluasi kinerja Polres Bulukumba. (2) Mencopot Kapolres dan Kasat Lantas Polres Bulukumba. (3) Tangkap dan pecat oknum Kepolisian yang menghilangkan nyawa almarhum Zainal. (4) Mengutuk keras tindakan refresif anggota dir lamtas polda sulsel dan anggota Polsek Panakukang, oleh pihak keluarga almarhum Zainal Abidin ditanggapi dingin, dimana pihak keluarga korban menyampaikan bahwasanya yang melakukan demonstrasi dimana-mana serta menuntut pelaku maupun Kapolres Bulukumba untuk mundur dari jabatan adalah pihak-pihak lain yang tidak ada hubungannya dengan keluarga korban.

” Assalamu alaikum,wr.wb, saya selaku perwakilan keluarga (Alm) Zainal Abidin, yakni adik kandungnya, Arman Bin Sara’ atas nama keluarga telah mengikhlaskan kematian kakak saya dan kakak saya telah tenang di alam kubur. Siapaun yang mengatas namakan keluarga Sara’, dan mencampuri urusan keluarga Sara’ kami meminta untuk tidak lagi melakukan aksi demo, terima kasih ” demikian ucap adik kandung almarhum, Arman Bin Sara’, Kamis (16/11/17) siang.

Senada dengan Arman Bin sara, orang tua almarhum Zainal Abidin, Sara juga menyampaikan hal yang sama ” kami dihargai baik dari Polisi terkhusus Kapolres Bulukumba, bapak AKBP M.Anggi Siregar dimana beliau bahkan ikut serta mengantar jenasah anak kami hingga keliang lahat, tabe ( Maaf ) jangan meki lagi maddemo karena saya sebagai orang tuanya telah mengikhlaskan kematian anak kami ” tutur Sara’ dalam bahasa Bugis Bulukumba yang telah diartikan.

Sara’ menambahkan bahwasanya yang merasa orang lain dan tidak ada hubungannya dengan kematian putranya tersebut, tidak perlu mencampuri urusan keluarganya. ” Jadi, sekali lagi jika masih ada yang melakukan aksi Demo-Demo baik di Makassar dan di Bulukumba maka itu adalah orang lain yang tidak pernah kami kenal, terima kasih ” pungkas Sara’.  (red2)

Komentar