Ditresnarkoba Polda Sulsel Ungkap Peredaran 900 Pil Extasy Yang Dikendalikan Terpidana Mati...

Ditresnarkoba Polda Sulsel Ungkap Peredaran 900 Pil Extasy Yang Dikendalikan Terpidana Mati Lapas I Makassar

1293
Jarigan Pil Extasy
Pelaku jaringan peredaran Pol Extasy dari dalam Lapas Kelas I Makassar : Suriansah (25), Andi Sandra Puspa Dewi (23) ,Thamrin Harapan (42), Arsal (16), Sufiati Daeng Kanang (73),Amira (18) ||bidhumaspolda

PORTALMAKASSAR.com – Subdit I Ditresnarkoba Polda Sulsel berhasil mengungkap peredaran 900 butir pil Extasy yang dikendalikan oleh salah seorang Terpidana Mati kasus Narkoba dari Lapas Kelas 1 Makassar, Sabtu (18/11/2017) sekitar pukul 13.00 WITA.

Dalam penyampaiannya, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani,SIk.,MH, Minggu (19/11/17) siang mengatakan pengungkapan 900 pil Extasy tersebut berdasarkan atas Kontrol Delivery dari 3 (Tiga) TKP yang berbeda, yakni Taylor 77 Jalan Rappokalling no.39 Kecamatan Tallo Makassar, Salon Style 82 jalan Cendrawasih IV Kecamatan Mariso Makassar dan Lapas Kelas I Makassar.

” Dari pengungkapan ini, kita mengamankan 6 ( Enam ) orang pelaku yakni (1) Suriansah (25) Warga jalan Rappokalling Raya Makassar, (2) Andi Sandra Puspa Dewi (23) Warga Rappokalling, (3)Thamrin Harapan (42) warga jalan Regge IV Makassar, (4) Arsal (16) Warga Rappokalling, (5) Sufiati Daeng Kanang (73) warga jalan Alauddin II dan (6) Amira (18) warga jalan Alaudin II Makassar ” ucap Kombes Dicky Sondani.

Jaringan Pil Extasy
Amir Alias Aco ( Terpidana Mati atas kasus narkoba ) pengendali pil Extasy dai dalam lapas Kelas I Makassar dan BB 989 Pil Extasy Merk Gucci warna Hijau yang diamankan ||bidhumaspolda

Lebih lanjut Kombes Dicky mengatakan kronologis pengungkapan pada Jumat (17/11/2017) sekitar pukul 16.30 WITA, Subdit I Ditresnarkoba mendapatkan informasi dari pihak Bea Cukai Makassar bahwasanya ada kiriman barang yang mencurigakan dengan nomor resi CC 06843706 3 NL yang dikirim melalui pengiriman PT. Pos Indonesia.

Tim Subdit I langsung melakukan pengecekan informasi dan pada Sabtu (18/11/17) sekitar pukul 13.00 WITA bersama dengan petugas Bea Cukai dan Pihak PT.Pos Indonesia Makassar melakukan Control Delivery dengan alamat di Jalan Rappokalling Raya No.39 RT 001 RW 004 Makassar atas nama Pr.Andi Sandra, setelah barang kiriman diterima, Tim melakukan penangkapan dan mengamankan Andi Sandra Puspa Dewi bersama Suriansah (suami dari A.Sandra Puspa Dewi) kemudian dilakukan pengembangan dan mengamankan Lk.Thamrin Harapan dan Lk. Arsyal yang ingin mengambil barang kiriman yang diterima Andi Sandra Puspa Dewi, kemudian dilakukan lagi pengembangan ke Jalan Cenderawasih IV (Salon Style 82) dan mengamankan pr.Supiati Daeng Kanang bersama Pr.Amirah.

Atas hasil interogasi pr Supiati Dg Kanang inilah dilakukan pengembangan ke Lapas Kelas I Makassar dimana Tim Subdit I menemui Napi atas nama Amir Alias Aco ( Terpidana Mati atas kasus narkoba ) dan melakukan interogasi, hasil interogasi bahwa barang kiriman merupakan barang miliknya/pesanannya atas perintah dari An.BOS di Lapas Nusakambangan dan selanjutnya pelaku bersama barang bukti diamankan dan dibawa ke Mako Ditresnarkoba Polda Sulsel untuk proses selanjutnya.

” Adapun barang bukti yang diamankan Satu buah kotak kardus berisi 1 (satu) set alat Sound Karaoke warna Pink merk Sing Cube,+- 989 (kurang lebih Sembilan Ratus Delapan Puluh Sembilan) Biji pil Extacy berwarna Hijau merk Gucci, Dua unit HP merk Samsung, Empat unit HP merk Oppo , Satu unit HP merk Vivo dan Satu unit HP merk Nokia” tutup Kombes Dicky Sondani. (red2)

Komentar