Unras, FMK Nyaris Gesekan Dengan Petugas Kepolisian di Makassar

Unras, FMK Nyaris Gesekan Dengan Petugas Kepolisian di Makassar

107
fmk
peringati hari pelajar sedunia (International Student Day) 2017, Federasi Mahasiswa Kerakyatan (FMK) melakukan aksi damai

PORTALMAKASSAR.com – Seiring dengan banyaknya pendidikan yang semakin hari memberlakukan aturan dengan biaya tinggi (mahal) di wilayah sekolah maupun kampus di Indonesia, banyak siswa maupun mahasiswa yang terkena dampak eksploitasi pendidikan yang telah berubah menjadi sektor pasar yang selama ini telah dijalani pelajar.

Bahkan mereka yang memberanikan diri untuk melakukan aksi protes kepada pihak pendidikan akan mendapatkan ganjaran atau sanksi berupa skorsing dan Drop Out (DO), dengan alasan telah melanggar aturan yang telah diterapkan oleh pihak kampus.

Melihat situasi tersebut, telah terjadi dimana-mana utamanya di Makassar , dalam momentum memperingati hari pelajar sedunia (International Student Day) 2017, Federasi Mahasiswa Kerakyatan (FMK) melakukan aksi damai, sebagai bentuk penolakan terhadap tindak eksploitasi dan aturan yang diberlakukan dengan cara sepihak oleh pihak kampus yang berada di Sulawesi Selatan.

Aksi damai yang melibatkan massa kurang lebih 50 orang, tiba-tiba saja mendapatkan perlakuan gesekan (dorongan) yang hampir berakhir dengan adu jotos dari pihak kepolisian saat Koordinator lapangan, Febri Akbar, memberikan instruksi kepada massa untuk maju di Jl. Urip Sumoharjo, Fly Over, Selasa, (21/11/2017).

Dalam aksi tersebut, dalam orasinya Febri Akbar menyampaikan beberapa poin-poin penting sebagai berikut (1). Cabut UU No 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
(2). Hapuskan pelarangan berorganisasi terhadap Maba (Mahasiswa baru). (3). Wujudkan fasilitas kampus yang memadai (4). Kembalikan status kemahasiswaan mahasiswa yang di DO di kampus UIM, UPRI, UKIP, UKI TORAJA, dan UP 45 (5). Cabut kebijakan biroraksi yang tidak melibatkan mahasiswa (6). Bebaskan 3 mahasiswa yang dikriminalisasi di Medan (
7). Hentikan keterlibatan militer dalam kampus dan kembalikan ke Barak (8). Wujudkan pendidikan gratis, ilmiah, demokratis, dan berperspektif kerakyatan dan feminis (
9). Cabut UKT/BKT.

Fajar menambahkan, aksi tersebut bertujuan untuk menekankan kepada Pemerintah, agar mahasiswa yang masih aktif di Universitas dapat dilibatkan dalam setiap pengambilan keputusan utamanya masalah pendidikan. Dikarenakan mahasiswa atau pelajarlah yang mengalami dan merasakan pendidikan.

“Menekankan agar keterlibatan mahasiswa dalam mengambil keputusan terkait pendidikan harus di libatkan, Ingat bahwa mahasiswa/pelajarlah yang mengalami dan merasakan pendidikan, sudah seharusnya ruang kondusif dalam kampus harus di berikan”. Urai Fajar

Dalam dunia kampus, ucap Fajar, Mahasiswa ingin berekspresi dan tidak menginginkan tekanan dari pihak birokrat yang dalam setiap mengambil keputusan hanya secara sepihak.

“Kami ingin berekspresi, kami tidak menginginkn tekanan apapun sehingga pendidikan gratis serta tidak menjadikan strata sebagai legitimiasi dunia kerja”. Tutupnya (cr3/red2)

Komentar