Antisipasi Sejak Dini Penyalahgunaan Uang Palsu, GenBI Komisariat UNM Sosialisasi Cikur di...

Antisipasi Sejak Dini Penyalahgunaan Uang Palsu, GenBI Komisariat UNM Sosialisasi Cikur di Pinrang

138
GENBI
Generasi Baru Indonesia Komisariat Universitas Negeri Makassar (GenBI Komisariat UNM) melakukan sosialisasi Ciri Keaslian Uang Rupiah (CIKUR) dan pengenalan uang rupiah Tahun Emisi 2016 di beberapa SD di Pinrang, Selasa (21/11/17)

PORTALMAKASSAR.com– Generasi Baru Indonesia Komisariat Universitas Negeri Makassar (GenBI Komisariat UNM) melakukan sosialisasi Ciri Keaslian Uang Rupiah (CIKUR) dan pengenalan uang rupiah Tahun Emisi 2016.

Kali ini sosialisasi diberikan di berbagai sekolah dasar di kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (21/11/2017)

Komunitas GenBI sendiri merupakan komunitas para mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia.

Sosialisasi ini merupakan salah satu program kerja dari devisi pendidikan GenBI Komisariat UNM dalam rangakaian kegiatan GenBI Go TO School.

Andika Isma, Ketua devisi pendidikan GenBI Komisariat UNM mengatakan, kegiatan sosialisasi CIKUR ini merupakan rangakain program dari GenBI Go To School untuk mensosialisasikan ciri keaslian uang rupiah kepada masyarakat luas khususnya kepada anak SD di pedalaman kabupaten Pinrang.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anak-anak SD khusunya untuk bisa membedakan antara uang asli dengan uang palsu serta uang lama dengan uang baru emisi tahun 2016.

“Diharapkan nantinya anak-anak yang saya berikan pemahaman dapat mengetahui cara membedakan ciri-ciri antara uang asli dengan uang palsu dan antara uang rupiah lama dengan uang rupiah tahun emisi 2016, sehingga nantinya kasus-kasus penyebaran dan penyalahgunaan uang palsu paling tidak dapat dikurangi atau bahkan di dapat di cegah,” ungkap Andika.

Sementara itu, Nur Asmi, Wali Kelas 5 Sd Negeri 26 Pinrang yang merupakan salah satu sekolah yang kami datangi, mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat positif dan sangat bagus bagi siswa sekolah dasar karena dapat mengurani penipuan dan penyalahgunaan uang palsu yang akahir-akhir banyak terjadi di kabupaten Pinrang.

“Artinya setelah sosialisasi ini anak-anak sudah bisa membedakan yang mana uang asli dan palsu, sekaligus anak-anak dapat banyak pengetahuan tentang uang rupiah baru ini”, ungkap Wali Kelas 5 SD Negeri 26 Pinrang. (rifan muzaqi/red2)

Komentar